BMKG Jayapura Catat 112 Titik Api di Papua

Peta sebaran titik api. ANTARA/HO/Dok BMKG Wilayah V Jayapura.

BMKG Jayapura Catat 112 Titik Api di Papua

Whisnu Mardiansyah • 7 July 2026 15:41

Jayapura: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura mencatat 112 titik api yang tersebar di 19 kabupaten di Tanah Papua. Titik api tersebut memiliki beragam kategori, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.

Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, di Jayapura, Selasa, 7 Juli 2026, mengatakan dari 112 titik api, terbanyak terdapat di Kabupaten Merauke dengan 47 titik. Kabupaten lainnya berkisar antara satu hingga sembilan titik.

BMKG mencatat tujuh titik api masuk kategori tinggi, 99 titik kategori sedang, dan enam titik kategori rendah. Titik api tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Munculnya titik api diduga akibat kombinasi antara indikasi El Nino dengan periode puncak musim kemarau. Banyaknya titik api di wilayah selatan Papua perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penurunan intensitas curah hujan, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara akibat asap.
 


"Munculnya titik api juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat (ISPA), gangguan transportasi darat dan udara akibat jarak pandang berkurang, serta kerusakan lahan pertanian dan perkebunan," kata Yustus Rumakiek, seperti dilansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menambahkan, BMKG menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan titik api kategori tinggi.

"Tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun, membersihkan lahan, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman dini di wilayah rawan. Mengisi waduk, embung, atau bendungan sebagai cadangan air untuk pemadaman dan antisipasi musim kemarau," kata Yustus Rumakiek.


Salah seorang petugas BPBD Provinsi Kepulauan Babel berjibaku memadamkan api di lahan kering (ANTARA/Aprionis)

(Whisnu M)