Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka Turun ke 5.914 Selasa Pagi
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 09:28
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 12 Oktober 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 5.914,984.
IHSG dibuka melemah 21,17 poin atau 0,36 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,80 poin atau 0,30 persen ke posisi 589,10.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG melemah sebanyak 59,990 poin setara 1,01 persen ke level 5.876,157. IHSG berada di level tertinggi 5.918 dan terendah di 5.848.
Sebanyak 180 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 431 saham emiten lainnya melemah, dan 141 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,178 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 9,176 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.348,175 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.939/USD
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG diperkirakan cenderung mixed
Dikutip dari Pasardana, riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 12 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 157,61 poin atau 2,59 persen ke level 5.936,15. Pelemahan tersebut disebabkan adanya pelemahan rupiah dan net foreign sell, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan pertambangan.Di sisi lain, volatilitas harga komoditas serta sikap wait and see menjelang rilis data ekonomi Tiongkok dan agenda IMF-Bank Dunia turut membebani sentimen pasar. Dari eksternal, eskalasi geopolitik di Timur Tengah, tingginya yield obligasi AS, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed semakin memperberat sentiment di market.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari Dow Jones menguat 0,38 persen, S&P 500 turun 0,06 persen, dan Nasdaq melemah 0,44 persen. Tekanan terutama berasal dari saham teknologi dan semikonduktor di tengah kekhawatiran persaingan chip Tiongkok.
Kemudian, investor mulai mencermati musim laporan keuangan kuartal III dan data inflasi AS pekan ini. Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap infrastruktur energi Rusia-Ukraina menopang saham energi.
Saham Meta turut menguat setelah peluncuran model AI baru, sedangkan kenaikan Salesforce didukung peningkatan rekomendasi dari Bank of America.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas. Disaat yang sama, pelaku pasar terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, yield US Treasury, inflasi AS, & arah kebijakan suku bunga The Fed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.