Lapas Merauke Overkapasitas, 23 Warga Binaan Dipindahkan ke Tanah Merah

Pemberangkatan narapidana dari Lapas Kelas II B Merauke menuju Lapas Kelas II Tanah Merah Boven Digoel. (Metro TV/ Hendrik Resi)

Lapas Merauke Overkapasitas, 23 Warga Binaan Dipindahkan ke Tanah Merah

Metro TV • 13 October 2026 15:47

Marauke: Sebanyak 23 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke dipindahkan ke Lapas Kelas III Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pemindahan dilakukan empat hari setelah kerusuhan dan kebakaran terjadi di Lapas Merauke.

Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Hendrik, mengatakan pemindahan warga binaan ke Lapas Kelas III Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, dilakukan untuk mengurangi kepadatan akibat jumlah penghuni yang melebihi kapasitas. Warga binaan yang dipindahkan berasal dari Tanah Merah.

“Jumlah warga binaan sudah melebihi kapasitas Lapas, sehingga harus dipindahkan ke Lapas terdekat. Sedangkan Lapas terdekat dari Merauke ini berada di Tanah Merah, Boven Digoel. Kami memilih warga binaan yang digeser adalah yang berasal dari Tanah Merah,” jelas Hendrik di Merauke, Selasa, 13 Oktober 2026. 


Pemindahan warga binaan Lapas Kelas IIB Merauke merupakan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk mengatasi kelebihan kapasitas akibat terus bertambahnya jumlah narapidana. Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Merauke mencapai 564 orang.



Hendrik mengatakan, rekonstruksi gedung kantor Lapas Kelas IIB Merauke sedang berlangsung agar bangunan tersebut dapat kembali berfungsi. Perbaikan ini dilakukan untuk memfasilitasi kunjungan keluarga kepada warga binaan, termasuk keluarga yang datang dari luar daerah.

“Sekali lagi, untuk mengatasi overkapasitas Lapas, kami memilih mengirim warga binaan yang asalnya dari Tanah Merah, kita kirim ke Tanah Merah. Tentu kita telah berkoordinasi dengan Lapas Kelas III Tanah Merah, Boven Digoel,” ungkapnya. 

Empat hari setelah kerusuhan dan kebakaran di Lapas Kelas IIB Merauke, masih ada dua narapidana yang kabur dan tengah diburu petugas kepolisian.

(Hendrik Resi) 

(Silvana Febiari)