Akurasi Data Siswa Memperkuat MBG jadi Tepat Sasaran

Kepala BGN Sudaryono saat meninjau pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar. Foto: ANTARA/HO-BGN.

Akurasi Data Siswa Memperkuat MBG jadi Tepat Sasaran

Fachri Audhia Hafiez • 13 October 2026 20:35

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut data siswa yang akurat dapat memperkuat akurasi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga pendistribusiannya lebih tepat sasaran.

"BGN hanya akan memberikan menu ompreng yang by name by address atau data berdasarkan nama dan alamatnya jelas," ujar Sudaryono saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar, dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
 


BGN mengeluarkan kebijakan surat penetapan penerima manfaat sementara sebagai upaya memastikan setiap makanan yang disalurkan diterima oleh pihak yang terdata dengan jelas. Hal ini dimaksudkan agar perkembangannya dapat dipantau.

Dalam pelaksanaannya, jumlah penerima manfaat pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat disesuaikan jika data peserta didik di sekolah belum sesuai dengan sistem basis data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sudaryono mencontohkan, apabila jumlah siswa di sebuah sekolah mencapai 500 orang, tetapi data dalam sistem Kemendikdasmen kurang dari jumlah tersebut, maka data di dalam sistem resmi itulah yang menjadi acuan penetapan.

Pendekatan berbasis data ini turut berlaku bagi penerima manfaat di posyandu, madrasah, serta pondok pesantren. Oleh karena itu, pemutakhiran data menjadi langkah krusial agar pencatatan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

BGN mendorong pihak sekolah agar aktif memperbarui data peserta didik, termasuk memastikan kesesuaian identitas serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

"Caranya adalah guru atau kepala sekolah memperbarui data terbaru siswanya. Karena ada nomor induk sekolah dan nomor induk siswanya, itu diperbarui ke sistem. Dalam 1x24 jam telah diperbarui, maka kemudian kami menindaklanjuti itu," tutur Sudaryono.


Kepala BGN Sudaryono saat meninjau pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar. Foto: ANTARA/HO-BGN.

Ia menegaskan, kebijakan pendataan ketat ini tidak hanya berorientasi pada ketepatan jumlah makanan yang dibagikan. Namun, untuk memantau tumbuh kembang dan efektivitas program bagi para peserta didik.

"Tujuannya adalah untuk memastikan ompreng itu diterima oleh seseorang yang ada nama dan datanya, sehingga kita bisa melihat perkembangannya, tambah tinggi, tambah gemuk, tambah rajin, atau tambah kehadirannya di sekolahnya. Jadi, kita bisa melihat nanti dampaknya terhadap siswa," kata Sudaryono.

(Fachri Audhia Hafiez)