INAMA menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dengan DPP Hipmikindo. Dok. Istimewa
UMKM Indonesia Didorong Tembus Pasar Malaysia dan ASEAN
Achmad Zulfikar Fazli • 13 October 2026 18:33
Jakarta: Indonesia-Malaysia Hospitality Center (INAMA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dengan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPP Hipmikindo) di Hotel The Premier Menteng, Jakarta. Kolaborasi ini untuk memperkuat ekosistem bisnis, investasi, pengembangan UMKM, serta membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara, khususnya Indonesia dan Malaysia.
Kerja sama kedua lembaga mencakup pertukaran pengetahuan (knowledge exchange), pengembangan kompetensi pelaku usaha, penyelenggaraan pelatihan dan forum bisnis bersama, business matching, fasilitasi peluang investasi, hingga perluasan akses pasar Indonesia–Malaysia.
“INAMA ingin menjadi jembatan strategis bagi pengusaha Indonesia, khususnya UMKM, agar mampu naik kelas, membangun kemitraan internasional, dan menembus pasar ASEAN. Kami ingin menghadirkan peluang bisnis yang nyata, bukan sekadar kerja sama di atas kertas,” ujar Presiden dan CEO Global INAMA, Donny Pur, dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.
INAMA Hospitality Center merupakan wadah kolaborasi internasional yang menghubungkan kalangan akademisi, praktisi, profesional, investor, dan pelaku industri hospitality Indonesia dan Malaysia.
Melalui jaringan profesional dan akademisi di kedua negara, pihaknya berupaya mendorong transfer pengetahuan, program beasiswa, peningkatan kompetensi, kolaborasi riset terapan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan investor potensial.
“Kami ingin mempertemukan tiga kekuatan utama, yakni akademisi, pelaku usaha, dan investor. Ketiganya harus berjalan bersama agar tercipta peluang bisnis baru, peningkatan kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan,” jelas Donny.

Ilustrasi UMKM. Dok. MI
Melalui kerja sama dengan Hipmikindo, pihaknya berharap dapat memperluas akses pelaku UMKM Indonesia terhadap jaringan pengusaha, industri hospitality, dan investor Malaysia.
Sinergi tersebut juga membuka peluang pengembangan produk UMKM untuk memasuki rantai pasok industri perhotelan, restoran, pariwisata, serta sektor ekonomi kreatif di kedua negara.
Ke depan, kedua organisasi merencanakan sejumlah agenda bersama, mulai dari forum investasi, seminar internasional, pelatihan kewirausahaan, pertukaran delegasi bisnis, promosi produk unggulan UMKM, hingga penjajakan kemitraan strategis dengan berbagai institusi di Malaysia dan kawasan ASEAN.
“Potensi UMKM Indonesia sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membuka akses jaringan, meningkatkan standar kualitas, dan mempertemukan mereka dengan pasar yang tepat. Di sinilah INAMA ingin mengambil peran,” ujar Direktur INAMA Puthut Pudjianto.
Dengan dukungan jejaring akademisi, praktisi, dan pelaku industri di Indonesia maupun Malaysia, INAMA optimistis kolaborasi ini dapat berkembang menjadi platform kerja sama yang memberikan dampak ekonomi nyata.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Hipmikindo Syahnan Phalipi mengatakan pihaknya akan bergerak cepat berkolaborasi dengan mitra dan anggotanya, serta relasi agar dapat bekerja sama secara taktis dengan para stakeholder INAMA yang diisi banyak ilmuwan maupun pelaku bisnis hospitality.