Puskesmas Ibrahim Adjie siaga 24 jam. (Metrotvnews.com/Roni K)
Puskesmas hingga RS di Kota Bandung Diminta Siaga Hadapi Dampak Polusi Udara
Roni Kurniawan • 19 October 2026 16:51
Bandung: Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, diminta memastikan kesiapan layanan apabila terjadi kondisi darurat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko kesehatan akibat kualitas udara yang mengkhawatirkan di kawasan Cekungan Bandung.
"Dinas Kesehatan mempersiapkan semua rumah sakit dan klinik, serta puskesmas, semua fasilitas kesehatan, memastikan agar bisa memberikan layanan apabila terjadi kedaruratan," kata Farhan di Bandung, Senin, 19 Oktober 2026.
Baca Juga :
Kota Bandung saat ini belum menunjukkan indikasi terdampak langsung asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatra dan Kalimantan. Namun, kekhawatiran sempat muncul karena arah angin diperkirakan membawa asap menuju Jawa Barat.
"Namun, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), arah angin telah berubah," sahut Farhan.
Meski demikian, Farhan mengingatkan persoalan kualitas udara di kawasan Cekungan Bandung tetap perlu mendapat perhatian serius. "Cekungan Bandung ini memiliki masalah kualitas kesehatan udara yang mengkhawatirkan," ujar Farhan.
Menurut Farhan, pemantauan kualitas udara dilakukan melalui dua indikator, yakni EQMS Dashboard milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan IQAir. Pemantauan DLH pada lima titik menunjukkan kualitas udara rata-rata berada dalam kategori sedang. Sementara itu, IQAir menunjukkan angka sekitar 110 dengan polutan utama berupa partikel halus PM2.5.
“Sedang itu artinya, walaupun alhamdulillah tidak dinyatakan tidak sehat, tetapi bukan berarti kita tidak waspada,” kata Farhan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
Terkait penggunaan masker, Farhan mengatakan masyarakat secara umum belum perlu menggunakan masker secara khusus akibat kondisi tersebut. Akan tetapi, ia menganjurkan perlindungan lebih bagi kelompok rentan, terutama warga dengan gangguan pernapasan.
"Lebih dianjurkan untuk menggunakan masker bagi kelompok yang sensitif, yang rentan, yang terindikasi TBC, yang terindikasi asma, dan juga gangguan-gangguan ISPA lainnya," ungkap Farhan.
Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan memperkuat koordinasi antarinstansi. Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu langkah antisipasi agar warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh pelayanan apabila kondisi udara memburuk.