InJourney Dorong Pengembangan Potensi Pariwisata Daerah

Direktur Sumber Daya Manusia dan Digital InJourney Herdy Harman. Foto: dok InJourney.

InJourney Dorong Pengembangan Potensi Pariwisata Daerah

Husen Miftahudin • 15 October 2026 17:45

Jakarta: PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 pada 24 Oktober 2026.

Untuk pertama kalinya, pertunjukan budaya tersebut akan digelar pada malam hari dengan memadukan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan. Inovasi ini diharapkan memperkuat daya tarik budaya Banyuwangi sekaligus mendorong kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi berbagai elemen, mulai dari konektivitas, destinasi, atraksi, dan akomodasi hingga keterlibatan masyarakat serta pelaku usaha lokal.

"InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat. Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah," ujar Herdy, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2026.

Salah satu fokus kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ialah memperkuat Gandrung Sewu sebagai atraksi budaya yang dapat menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil dalam pertunjukan kolosal tersebut. Konsep malam hari akan menghadirkan pengalaman berbeda melalui perpaduan gerak para penari, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan, dengan tetap menjaga esensi serta nilai budaya Tari Gandrung.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan inovasi penyelenggaraan menjadi bagian dari upaya mengembangkan daya tarik budaya sekaligus memperkenalkan tradisi daerah kepada generasi yang lebih luas.

"Gandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan bagian penting dari identitas budaya daerah. Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi, tanpa kehilangan jati dirinya. Kolaborasi bersama InJourney menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya tarik Gandrung Sewu sekaligus mendorong pariwisata Banyuwangi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Ipuk.
 

 

Perkuat konektivitas dan promosi


Pengembangan potensi pariwisata daerah juga membutuhkan dukungan konektivitas dan promosi yang terintegrasi. InJourney menilai akses transportasi perlu berjalan seiring dengan pengembangan atraksi agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung.

Direktur Komersial InJourney Airports Very Y. Setiady mengatakan konektivitas udara dan daya tarik destinasi perlu tumbuh beriringan untuk mendukung perjalanan wisata yang berkelanjutan.

"Banyuwangi memiliki potensi alam dan budaya yang kuat untuk terus dikembangkan. Bagi kami, konektivitas bukan hanya tentang tersedianya bandara dan penerbangan, tetapi juga bagaimana akses tersebut didukung oleh permintaan perjalanan yang berkelanjutan. Event seperti Gandrung Sewu dapat menjadi stimulus untuk menarik wisatawan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, dan pelaku industri pariwisata menjadi penting agar pertumbuhan konektivitas berjalan seiring dengan perkembangan destinasi," ujar Very.

Dalam mendukung upaya tersebut, InJourney Airports dapat memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk memetakan potensi permintaan perjalanan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan, serta menjajaki penyesuaian frekuensi atau kapasitas penerbangan sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.

Di sisi lain, jaringan layanan dan kanal komunikasi dalam ekosistem InJourney dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi Banyuwangi. Pendekatan ini diharapkan memperkuat keterhubungan antara promosi destinasi dan keputusan perjalanan wisatawan.


(Acara Gandrung Sewu 2026. Foto: dok InJourney)
 

Kolaborasi pariwisata perluas manfaat ekonomi


Bagi InJourney, pengembangan atraksi budaya tidak berhenti pada penyelenggaraan acara. Event seperti Gandrung Sewu berpotensi menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk menjelajahi destinasi alam dan budaya lain, menginap di hotel, menikmati kuliner lokal, hingga membeli produk UMKM.

Aktivitas tersebut dapat membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif.

InJourney juga melihat peluang kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi layanan perhotelan atau hospitality, pengembangan pelaku usaha lokal, serta perluasan ruang promosi bagi UMKM.

Melalui pengembangan kapasitas, kurasi produk, dan integrasi UMKM ke dalam pengalaman wisata, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh kesempatan lebih besar untuk merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Herdy mengatakan kolaborasi pengembangan pariwisata perlu memastikan budaya tetap menjadi bagian utama dari pengembangan destinasi, sekaligus didukung konektivitas, layanan, promosi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Budaya harus tetap menjadi jiwa pengembangan destinasi, sementara konektivitas, hospitality, promosi, dan pemberdayaan ekonomi menjadi pengungkit agar manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat. Jika seluruh elemen ini dapat kita orkestrasi bersama, Gandrung Sewu dapat menjadi salah satu anchor yang membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang ke Banyuwangi, tinggal lebih lama, dan kembali lagi," tutup Herdy.

(Husen Miftahudin)