Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Ekspor Olahan Kopi Ditargetkan Tembus Rp10 Triliun dalam 3 Tahun
Eko Nordiansyah • 15 October 2026 18:46
Tangerang: Kementerian Perdagangan menargetkan nilai ekspor produk olahan kopi Indonesia mencapai Rp10 triliun dalam tiga tahun melalui kerja sama dengan Nestle Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk olahan kopi Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi mengatakan komitmen ekspor tersebut menjadi salah satu inti kerja sama yang ditandatangani Kemendag bersama Nestle Indonesia. Nilai ekspor yang ditargetkan mencapai Rp10 triliun selama tiga tahun dan masih berpotensi meningkat.
"Inti daripada kerja sama ini adalah yang pertama, komitmen daripada Nestle untuk melakukan ekspor, minimal itu Rp10 triliun selama tiga tahun. Nah, tentu ini bisa lebih tinggi lagi," ucap Fajarini dalam acara Penandatanganan MoU dan Seremoni Pelepasan Ekspor Olahan Kopi Nestle di Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan ekspor produk olahan kopi Indonesia. Selain memperkuat nilai transaksi perdagangan, kolaborasi dengan perusahaan berskala internasional diharapkan membuka peluang pemasaran produk ke lebih banyak negara.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Targetkan ekspor 50 ribu ton olahan kopi di tiga benua
CEO Nestle Indonesia Georgios Badaro menyampaikan perusahaannya berkomitmen melakukan ekspor lebih dari 50 ribu ton produk olahan kopi ke lebih dari 30 negara yang tersebar di tiga benua hingga akhir tahun 2026.Target tersebut menunjukkan potensi perluasan pasar produk olahan kopi Indonesia melalui jaringan perdagangan internasional yang dimiliki perusahaan. Komitmen ekspor itu juga membuka peluang bagi produk olahan kopi yang diproduksi di Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Kami dengan senang hati menyampaikan pada akhir tahun ini, ekspor produk jadi kami akan melebihi 50 ribu ton, itu dari keempat pabrik kami yang ada di Indonesia. Ekspor ini akan pergi ke lebih dari 30 negara di tiga benua. Tentu saja, kami sangat bangga akan hal ini, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan yang kami dapatkan dari Kementerian," ucap Georgios.
Kerja sama antara Kemendag dan Nestle Indonesia diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja ekspor nasional melalui pengembangan pasar produk bernilai tambah.
Produk olahan kopi menjadi salah satu komoditas yang berpotensi memberikan nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah, meskipun realisasi manfaatnya bergantung pada pelaksanaan kerja sama dan permintaan pasar. (Tiaranissa Juliansyah)