Ilustrasi prestasi olahraga Indonesia. Foto: dok. Antara.
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora Catat Ragam Prestasi Olahraga
Gabriella Thesa Widiari • 20 October 2026 19:41
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatatkan sejumlah capaian strategis dalam reformasi regulasi, peningkatan prestasi olahraga internasional, dan pembangunan karakter pemuda selama dua tahun masa pemerintahan. Capaian tersebut diukir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Prestasi itu menunjukkan bahwa ketika pembinaan dilakukan dengan fokus, target yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, atlet kita mampu bersaing dan menciptakan sejarah,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Selasa, 20 Oktober 2026.
Prestasi bergengsi juga diukir tim nasional sepak bola Indonesia yang keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, kontingen Indonesia melampaui target dengan memboyong lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Selain prestasi olahraga, Erick mengungkapkan Kemenpora melakukan reformasi regulasi melalui penyederhanaan aturan. Langkah ini berhasil mengurangi sekitar 60 persen pasal tumpang tindih untuk mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan industri olahraga.
“Dari 191 peraturan menjadi empat, itu bukan sekadar memangkas aturan, tetapi mengubah cara pemerintah bekerja. Kami ingin pemerintah pusat, daerah, federasi olahraga, dan sektor industri bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” kata Erick.
Selain itu, Kemenpora tengah menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Program ini berlandaskan tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik untuk membentuk generasi muda yang tangguh.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: dok. Antara.
Erick menegaskan seluruh transformasi ini menjadi bagian integral dari penguatan sumber daya manusia unggul sesuai visi Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan sistem yang kokoh menjadi kunci agar Indonesia terus melahirkan generasi juara di masa depan.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa medali yang kita menangkan hari ini, melainkan seberapa kuat sistem yang kita bangun agar Indonesia terus melahirkan juara dan generasi muda yang mampu membawa bangsa ini maju,” tutur Erick.