Informasi imbauan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. ANTARA/HO-Dinkes Tapanuli Selatan.
Warga Tapanuli Selatan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Imbas Kabut Asap
Silvana Febiari • 15 October 2026 16:44
Tapanuli Selatan: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, mengimbau masyarakat memakai masker untuk mengatasi dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan. Dampak tersebut berisiko terhadap sistem pernapasan dan jantung.
Kepala Dinkes Tapanuli Selatan Sri Khairunnisah mengatakan masker yang digunakan sebaiknya memenuhi standar. Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Kemudian memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta mengonsumsi makanan bergizi," ujar Khairunnisah di Tapanuli Selatan, Kamis.
Baca Juga :
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, perlu mendapat perhatian khusus di tengah kondisi kabut asap tersebut. "Jika merasakan gejala gangguan kesehatan, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya," ungkap Khairunnisah.
Menurut dia, paparan kabut asap dapat memicu iritasi saluran pernapasan dengan gejala batuk, pilek, dan tenggorokan gatal. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, bronkitis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Kabut asap akibat karhutla tampak menyelimuti kawasan Jalan Tjilik Riwut di Kota Sampit saat pagi, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Selain gangguan pernapasan, paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Iritasi mata yang ditandai rasa perih, kemerahan, dan mata berair juga menjadi dampak yang perlu diwaspadai.
Kabut asap juga berisiko bagi ibu hamil dan janin, termasuk kemungkinan gangguan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur. Sementara anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat penurunan daya tahan tubuh.
Dinkes Tapanuli Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul selama kabut asap berlangsung. Masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis apabila kondisi kesehatan memburuk.