Erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu, 21 Oktober 2026. (Pantauan CCTV/PVMBG
Abu Erupsi Anak Krakatau Rabu Siang Mengarah ke Barat Laut
Lukman Diah Sari • 21 October 2026 12:45
Lampung: Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Rabu siang, 21 Oktober 2026, pukul 11.45 WIB. Embusan kolom abu vulkanik tampak berwarna hitam tebal dan terpantau mengarah ke barat laut.
"Tinggi kolom erupsi teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut)," kata PVMBG dalam keterangan resmi, Rabu, 21 Oktober 2026.

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu, 21 Oktober 2026. (Pantauan CCTV/PVMBG
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api GAK, letusan tidak diiringi suara dentuman. Meski demikian, aktivitas vulkanik tercatat masih terus berlangsung saat laporan dibuat.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan untuk tidak memasuki atau beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan serupa juga diberlakukan untuk radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara GAK.
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman vulkanik, abu, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder akibat interaksi lava dengan air laut atau air hujan di sekitar kawah aktif.
Pembaruan informasi resmi dapat diakses publik dengan menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten, melalui nomor (0254) 651449 dan 085846324506.