33 Ribu Pelaku Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan Terdampak Banjir di Sumatra

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. Metrotvnews.com/Afifah Alfina

33 Ribu Pelaku Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan Terdampak Banjir di Sumatra

Achmad Zulfikar Fazli • 21 October 2026 14:59

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat dampak masif akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Pulau Sumatra pada November 2025. Sektor kelautan dan perikanan mengalami kerugian signifikan di belasan kabupaten dan kota pada Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Bencana yang terjadi di Sumatra yang kita ketahui sama-sama pada akhir tahun lalu, sangat berdampak luas di sektor kelautan dan perikanan, di tiga provinsi dan 40 kabupaten kota, lebih dari 33.000 pelaku usaha terdampak, di antaranya pada 5.974 nelayan, 5.386 pembudidaya ikan, 375 unit pengolahan ikan, dan 1.450 petani garam,” ungkap Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Oktober 2026.

Guna mempercepat proses rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan serta mengembalikan mata pencaharian warga, KKP menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk program penanganan pascabencana di Tahun Anggaran 2026.

“Untuk mendukung pemulihan ini pada tahun 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan sebesar Rp371,8 miliar,” tutur Wahyu. 

Wahyu mengungkapkan melalui penyaluran bantuan dan intervensi pemulihan bertahap, sektor produksi dan pengolahan perikanan di wilayah terdampak kembali menunjukkan geliat kebangkitan ekonomi.

“Akhirnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, sebanyak 5.760 tambak, 228 nelayan, 360 pengolahan dan pemasar ikan, dan 506 pertambakan telah bekerja,” ujar Wahyu.

Ilustrasi nelayan. Antara


Pemerintah optimistis target pemulihan kapasitas produksi perikanan di Sumatra dapat tercapai secara signifikan hingga akhir tahun ini melalui optimalisasi fasilitas produksi, penyaluran alat tangkap, serta bantuan mesin kapal.

“Tahun ini ditargetkan 15.446 hektare tambak dan kolam kembali beroperasi, 1.033 keramba aktif kembali, 2.651 unit mesin kapal, 2.146 unit alat tangkap,” kata Wahyu.

Seluruh program bantuan yang dikucurkan diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat, serta membangkitkan perekonomian pesisir di kawasan Sumatra secara berkelanjutan.

“Setelah seluruh bantuan terealisasi, KKP menargetkan penerima manfaat akan bertambah 9.548 tambak, 638 nelayan, dan 15 pengolah dan pemasar ikan,” ujar Wahyu.
 

(Afifah Alfina)
 

(Achmad Zulfikar Fazli)