Tiba di Miami, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Pemimpin Oposisi Brasil

Flavio Bolsonaro dalam pengasingan ke Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Tiba di Miami, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Pemimpin Oposisi Brasil

Muhammad Reyhansyah • 29 October 2026 10:45

Miami: Senator Brasil Flavio Bolsonaro menyatakan diri sebagai pemimpin oposisi terhadap Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dari Amerika Serikat (AS), setelah meninggalkan Brasil menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden dan perselisihan dengan Mahkamah Agung.

Dalam surat yang diunggah ke media sosial, Rabu, 28 Oktober, 2026, Flavio menyebut dirinya sebagai pemimpin yang akan memperjuangkan kepentingan pendukungnya dari luar negeri. Pernyataan tersebut menjadi komentar publik pertamanya sejak meninggalkan Brasil tanpa mematuhi larangan perjalanan yang berkaitan dengan proses hukum terhadap dirinya.

Menanggapi kepergiannya, Flavio mengatakan dirinya menghadapi politisasi sistem peradilan di Brasil sehingga memutuskan membawa keluarganya ke AS.

“Tidak ada surat perintah penangkapan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan. Yang terjadi adalah perburuan yang bermotif politik, yang bertujuan menjadikan saya sandera atau alat pemerasan untuk melindungi para hakim Mahkamah Agung yang korup dari pemakzulan,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Kamis, 29 Oktober 2026.

Senator berusia 45 tahun itu tiba di dekat Miami pada Rabu pagi menggunakan jet pribadi, setelah menyeberangi perbatasan darat menuju Argentina secara diam-diam. Kedatangannya terjadi kurang dari 72 jam setelah ia kalah dari Lula dalam putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu, dengan perolehan suara 48,24% berbanding 51,76%.

Tolak Hasil Pemilu

Dari Florida, Flavio secara terbuka menolak hasil penghitungan suara resmi yang disahkan oleh Pengadilan Pemilihan Umum Brasil (TSE). Ia mengeklaim telah menyaksikan kecurangan selama proses penghitungan suara.

“Pada Minggu malam, saya menyaksikan dengan ngeri ketika kecurangan pemilu terjadi tepat di depan mata saya,” katanya.

Namun, Flavio tidak menyertakan bukti fisik maupun dokumentasi konkret untuk mendukung tuduhannya mengenai manipulasi suara secara luas.

Kepergiannya terjadi setelah perselisihan dengan Mahkamah Agung Federal Brasil (STF) di ibu kota Brasília. Pada Senin, Hakim STF Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam untuk menyerahkan dokumen perjalanan di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan keuangan yang berkaitan dengan platform taruhan digital.

Alih-alih mematuhi perintah tersebut, Flavio menyeberang ke Provinsi Misiones, Argentina, menggunakan kartu identitas nasionalnya sebelum menaiki pesawat carter menuju Miami. Kepolisian Federal Brasil kemudian membatalkan paspor Brasil miliknya.

“Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya pergi demi Brasil. Saya meninggalkan negara yang berada dalam keadaan pengecualian agar dapat menjadi pemimpin yang layak didapatkan rakyat saya,” ujarnya.

Flavio juga meminta pemerintah negara lain agar tidak mengakui pemerintahan yang akan datang. “Kepada komunitas internasional, saya meminta agar tidak menormalisasi apa yang sedang terjadi di Brasil,” katanya.

Berterima Kasih kepada Trump

Dalam pernyataannya, Flavio berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan “rakyat Amerika yang luar biasa” karena telah menerimanya. Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengonfirmasi bahwa visa masuk akan diberikan kepada Flavio dan keluarga dekatnya.

Keputusan Flavio memimpin oposisi dari wilayah AS mengingatkan pada langkah ayahnya, Jair Bolsonaro, yang tinggal di Florida setelah pemilihan umum Brasil pada 2022.

Perkembangan ini turut menambah ketegangan hubungan kelembagaan antara Brasília dan Washington, ketika Lula bersiap menjalani masa jabatan keempatnya sebagai presiden Brasil mulai 5 Januari 2027.

(Fajar Nugraha)