Ilustrasi. Foto: Freepik via linkumkm.id
Layanan Deposit dan Penarikan Kripto Dibuka Lagi setelah Sempat Tutup Karena Anomali
Husen Miftahudin • 1 November 2026 06:45
Jakarta: Indodax memastikan dana, aset kripto, dan data anggotanya tetap aman setelah perusahaan melakukan mitigasi dan pemeriksaan keamanan menyusul anomali yang terdeteksi pada 29 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, perusahaan mengklaim tidak menemukan kehilangan aset, transaksi atau transfer tidak sah, maupun kebocoran data anggota. Indodax juga menyatakan potensi ancaman telah berhasil dinetralisasi.
CEO Indodax William Sutanto menjelaskan, tim perusahaan mendeteksi indikasi aktivitas tidak wajar pada sistem. Sebagai langkah pencegahan, perusahaan menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan untuk memberikan waktu kepada tim keamanan melakukan investigasi.
"Pendekatan yang kami lakukan adalah sekonservatif mungkin. Ketika melihat potensi anomali, kami memilih menghentikan sementara layanan terkait terlebih dahulu agar tim dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Prioritas kami sejak awal adalah memastikan aset dan data member tetap aman sebelum layanan kembali dibuka," ujar William dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 November 2026.
Dalam proses penanganan, Indodax melakukan mitigasi dan evaluasi terhadap sejumlah infrastruktur utama, termasuk sistem perdagangan, dompet digital (wallet), dan akun pengguna.
Hasil pemeriksaan internal menunjukkan aktivitas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi transaksi maupun perpindahan aset secara tidak sah. Perusahaan menyatakan dana, aset kripto, dan data anggota tetap terlindungi selama proses pemeriksaan berlangsung.
Layanan Indodax dibuka bertahap
Setelah proses perbaikan, asesmen, dan verifikasi keamanan selesai, Indodax mulai membuka kembali layanan secara bertahap pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.
Pembukaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap fungsi layanan berjalan sesuai standar keamanan sebelum seluruh operasional kembali normal.
William menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami anggota selama penghentian sementara layanan. Ia juga mengapresiasi kesabaran dan kepercayaan pengguna selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Kami memahami penghentian sementara layanan berdampak terhadap aktivitas member. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih kepada seluruh member yang telah sabar menunggu. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjaga aset dan layanan yang dipercayakan kepada Indodax," lanjut dia.

(CEO Indodax William Sutanto. Foto: dok Indodax)
Pengguna diimbau perkuat keamanan akun
Indodax mengimbau pengguna untuk meningkatkan keamanan akun dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA). Pengguna juga diminta menjaga kerahasiaan kode OTP, PIN, dan kata sandi serta tidak membagikan informasi keamanan akun kepada pihak lain.
Selain itu, anggota diingatkan untuk tidak mengunduh perangkat lunak atau aplikasi maupun mengakses tautan dari sumber yang tidak dikenal.
Ke depan, Indodax menyatakan akan terus memperkuat sistem pemantauan, evaluasi keamanan, dan prosedur penanganan insiden. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan layanan serta perlindungan aset dan data pengguna.