Kementerian PU Alokasikan Rp21,42 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Kementerian Pekerjaan Umum memaparkan anggaran pemulihan Pascabencana Sumatra. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Kementerian PU Alokasikan Rp21,42 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Muhammad Adyatma Damardjati • 28 October 2026 15:42

Jakarta: Pemerintah terus melakukan pemulihan pascabencana di Sumatra. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan puluhan triliun rupiah.

“Pagu efektif penanganan bencana Sumatra tahun 2026 di Kementerian Pekerjaan Umum adalah sebesar Rp21,42 triliun,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto dalam rapat koordinasi Satgas PRR di Kementerian Dalam Negeri, Rabu, 28 Oktober 2026.

Anggaran itu dibagi ke empat sektor. Rinciannya yaitu untuk Sumber Daya Air Rp7,85 triliun; Bina Marga Rp6,64 triliun; Cipta Karya Rp4,05 triliun; dan Prasarana Strategis Rp2,89 triliun.

Apri menjelaskan data tersebut berstatus per 25 Oktober 2026 untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menurut dia, pemulihan mencakup infrastruktur dasar di berbagai sektor.

“Di sektor Bina Marga, dari 33 total ruas jalan nasional yang ditangani, dua ruas telah selesai, sisanya sedang ditangani dengan progres rata-rata sebesar 59,04 persen,” ujar Apri.

Apri menyebut penanganan jembatan mencakup 20 unit. Sebanyak lima jembatan telah selesai, yang terdiri atas tiga di Aceh dan dua di Sumatra Barat, sementara 15 lainnya berprogres 63,29 persen.

“Untuk sektor Cipta Karya, total penanganan sistem penyediaan air minum ada 79 titik. Empat SPAM telah selesai dan 75 SPAM lainnya ditangani dengan rata-rata progres 54,55 persen,” ucap Apri.


Ilustrasi pembangunan jembatan pascabencana. Foto: dok. Antara.

Apri menambahkan penanganan persampahan mencakup 10 tempat pemrosesan akhir (TPA). Satu TPA telah selesai di Sumatra Barat, sementara sembilan lainnya berprogres 62,35 persen.

“Untuk sektor Prasarana Strategis, ada pembangunan rumah hunian sementara sebanyak 1.914 unit. Sebanyak 1.794 unit telah selesai, menyisakan 120 unit di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan progres sekitar 97,41 persen,” ujar Apri.

Apri menegaskan capaian itu menjadi indikator kehadiran negara. Menurut dia, tantangan selanjutnya adalah memastikan program selesai tepat waktu dengan kualitas tangguh.

“Proses pemulihan akan terus kami dorong agar tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Apri.

(Gabriella Thesa Widiari)