Transformasi MIND ID: Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Keselamatan dan Produktivitas Tambang

Pekerja mengenakan alat pelindung diri di area operasional industri. MIND ID memanfaatkan AI untuk mendukung keselamatan dan produktivitas tambang. (dok. MIND ID)

Transformasi MIND ID: Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Keselamatan dan Produktivitas Tambang

Patrick Pinaria • 27 October 2026 22:45

Jakarta: Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dalam memperkuat keselamatan kerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga keandalan industri pertambangan. Teknologi ini diterapkan pada berbagai tahapan bisnis, mulai dari eksplorasi hingga pengolahan mineral dan pengelolaan energi.

Bagi MIND ID, penerapan AI tidak sebatas inovasi teknologi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Pemanfaatannya diarahkan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, mengoptimalkan proses kerja, serta meningkatkan kinerja operasional.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan keunggulan industri pertambangan ke depan tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan mineral yang dimiliki. Kemampuan memanfaatkan teknologi dan data untuk memperkuat kinerja operasional juga akan menjadi faktor penting.

"Nilai AI bukan pada modelnya. Nilainya adalah pada keputusan yang lebih aman, aset yang lebih andal, penemuan sumber daya yang lebih baik, dan dampak operasional yang lebih rendah," ujar Dany dalam acara Kadin Energy Insight Forum, Rabu, 9 September 2026.

Salah satu penerapan AI di Grup MIND ID ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pekerja. Melalui sistem AI-enabled fatigue management, teknologi dapat memberikan peringatan dini terhadap indikasi kelelahan dan microsleep pada operator. Sistem tersebut membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja sekaligus memperkuat keselamatan operasional di lapangan.

Pemanfaatan teknologi serupa juga dilakukan untuk mendukung keandalan proses produksi. Grup MIND ID mengembangkan teknologi AI vision untuk memantau kondisi conveyor dan mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Pemantauan mencakup kemungkinan kerusakan belt, material dengan ukuran yang tidak sesuai, hingga kontaminasi yang berpotensi mengganggu proses produksi.
 



Pada tahap pengolahan mineral, perusahaan mengembangkan teknologi machine learning untuk membantu mengoptimalkan operasi smelter. Salah satu penerapannya ditujukan pada pengelolaan FeNi Rotary Kiln guna meningkatkan stabilitas operasi dan efisiensi proses pengolahan.
 

Integrasi data dukung efisiensi operasional

Penerapan teknologi digital juga menunjukkan hasil positif di sejumlah anggota Grup MIND ID. Di PT Bukit Asam (PTBA), integrasi sistem digital yang menghubungkan data operasional secara real-time membantu meningkatkan efisiensi proses kerja dan mendukung produktivitas operasional perusahaan.

Selain pada kegiatan produksi, AI dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi. Melalui teknologi AI-enabled geologging, perusahaan dapat meningkatkan kualitas data pengeboran, mempercepat analisis inti batuan, serta mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih presisi.

Di sisi pengelolaan energi, MIND ID tengah mengembangkan sistem energy and emissions intelligence. Sistem terintegrasi ini menghubungkan data keandalan aset, efisiensi proses, konsumsi bahan bakar, dan emisi untuk membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mendukung target keberlanjutan.

Dany menilai transformasi digital tersebut mencerminkan perubahan paradigma dalam industri pertambangan nasional. Menurutnya, keunggulan industri yang sebelumnya banyak bertumpu pada kepemilikan sumber daya alam akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengolah dan memanfaatkan data serta teknologi.

"MIND ID sedang bergerak dari resource advantage menuju intelligence advantage. Kami ingin memastikan industri pertambangan Indonesia masuk ke babak yang lebih maju dengan memanfaatkan kemampuan teknologi untuk menciptakan operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," tutup Dany.

(Patrick Pinaria)