Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Pengumpulan Minyak Jelantah di Jawa Tengah

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mencoba BioDrop. (Istimewa)

Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Pengumpulan Minyak Jelantah di Jawa Tengah

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 16:58

Semarang: Minyak jelantah yang biasanya tersisa setelah memasak dihimpun dalam gerakan bersama di Jawa Tengah. Sebanyak 31.032,44 liter minyak bekas pakai terkumpul dari partisipasi 60.680 aparatur sipil negara dan pegawai badan usaha milik daerah, hingga mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Rekor MURI ini adalah titik awal, bukan garis akhir. Lebih dari 31 ribu liter minyak jelantah yang terkumpul membuktikan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki nilai ketika dikelola bersama. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gerakan ini terus tumbuh, menjadi kebiasaan masyarakat, dan menciptakan manfaat ekonomi serta lingkungan yang berkelanjutan," kata CEO Biosirkular, Dicka Dwi Candra, dalam keterangan dikutip, Selasa, 3 November 2026.

Piagam MURI diserahkan Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Taj Yasin yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Penyerahan berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Minyak jelantah yang terkumpul diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp217,23 juta.

Pengumpulan dan pengelolaan minyak jelantah didukung PT Biosirkular Inovasi Indonesia, yang menjembatani proses pengumpulan, penjemputan, pencatatan, dan pengelolaan material. Dicka menyebut pencapaian ini sebagai awal untuk membangun sistem pengelolaan jangka panjang.

Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan gerakan tersebut melibatkan 35 kabupaten/kota melalui kerja sama lintas sektor. Kader PKK dan Posyandu turut berperan menyampaikan edukasi langsung kepada keluarga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mencoba BioDrop. (Istimewa)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pengumpulan minyak jelantah dapat membantu mengurangi limbah sekaligus mendorong kebiasaan mengelolanya agar tidak mencemari lingkungan. Gerakan ini juga diharapkan memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Untuk memperluas akses masyarakat, Biosirkular juga menghadirkan BioDrop, mesin ATM minyak jelantah yang memungkinkan warga menyetorkan jelantah dan memperoleh pencatatan nilai secara digital.

(Lukman Diah Sari)