Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Pengetahuan Keagamaan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatHPT dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/202

Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Pengetahuan Keagamaan

Whisnu Mardiansyah • 5 November 2026 15:28

Surabaya: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatHPT dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis, 5 November 2026.

Platform tersebut dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses Himpunan Putusan Tarjih (HPT), termasuk berbagai keputusan, pemikiran keagamaan, dan pandangan Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pengembangan ChatHPT merupakan bagian dari langkah organisasi dalam merespons perkembangan teknologi digital. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mencari informasi mengenai berbagai produk keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid.

"Sebagai wujud antisipasi dan adaptasi terhadap perkembangan kehidupan di era revolusi digital, Muhammadiyah mengembangkan platform Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Jika ingin mengetahui keputusan, pemikiran keagamaan, dan pandangan Muhammadiyah, tinggal membuka platform tersebut," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir di Surabaya, seperti dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Haedar menjelaskan pemanfaatan teknologi informasi diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan keagamaan. Inisiatif tersebut juga ditujukan untuk membantu warga Muhammadiyah, terutama kalangan generasi muda, memperoleh informasi secara lebih mudah.
 


"Ini bentuk penggunaan teknologi informasi terkini untuk kepentingan beragama. Tujuannya agar kita hidup lebih benar, lebih baik, lebih pantas, serta mengetahui arah dan makna kehidupan," ujarnya.

Ia berharap ChatHPT dapat menjadi salah satu rujukan bagi generasi Z dan generasi Alfa dalam memahami persoalan keagamaan serta menghadapi tantangan kehidupan pada masa mendatang.

Selain ChatHPT, Haedar menyebut Muhammadiyah juga mengembangkan sejumlah program berbasis digital, di antaranya SatuMu dan Masa. Berbagai platform tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan organisasi.

Di luar agenda peluncuran ChatHPT, Munas Tarjih XXXIII turut membahas sejumlah isu keagamaan dan sosial. Kegiatan tersebut mengangkat tema meneguhkan akidah, memperindah akhlak, menguatkan ibadah, serta memberdayakan umat untuk membangun peradaban berkemajuan.


Ilustrasi. Foto: Magnific.


Beberapa materi yang menjadi pembahasan meliputi fikih lansia, kedaulatan pangan, risalah akidah, dan risalah akhlak. Pembahasan tersebut diarahkan untuk merespons berbagai persoalan yang dihadapi umat, masyarakat, bangsa, hingga tingkat global.

Haedar menjelaskan pembahasan fikih lansia berkaitan dengan kebutuhan pelayanan keagamaan bagi kelompok lanjut usia. Sementara itu, isu kedaulatan pangan mencakup penguatan kebijakan pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Ia menambahkan Muhammadiyah terus berperan dalam pembangunan umat dan bangsa melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pencerahan kehidupan beragama.

Menurut Haedar, penguatan kontribusi di berbagai sektor tersebut penting untuk mendukung kemampuan bangsa Indonesia mengelola kekayaan alam secara mandiri dan berdaulat.

"Bangsa kita harus memiliki kemampuan, termasuk generasi mudanya harus mempunyai karakter yang kuat. Mengelola alam yang diberikan Tuhan harus dengan tanggung jawab, amanah, dan berlandaskan kemaslahatan orang banyak," katanya.

(Whisnu M)