Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). ANTARA/Rubby Jovan
BPBD Bandung Minta Warga di Bantaran Sungai Waspadai Banjir
Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 15:57
Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Jawa Barat, mengidentifikasi sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan. Ancaman tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, kawasan utara Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi tanah longsor. Daerah rawan tersebut membentang mulai dari Kecamatan Cidadap hingga kawasan Cibiru dan Ujungberung.
“Sementara itu, potensi banjir tersebar di kawasan tengah hingga bagian Utara Kota Bandung, baik wilayah Barat maupun Timur,” kata Didi di Bandung, seperti dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Menurut Didi, salah satu upaya untuk mengantisipasi banjir dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur drainase dan saluran air. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran air ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Bandung.
“Sekarang proses pengerukan terus berjalan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Mudah-mudahan itu bisa mengurangi dampak dari banjir,” ujar Didi.
Ia menjelaskan, terdapat dua langkah utama yang perlu diperkuat untuk mengurangi risiko bencana selama musim hujan. Pertama, memastikan infrastruktur saluran air terpelihara dengan baik sehingga kapasitasnya tetap optimal dan tidak terhambat sampah maupun sedimentasi.
Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama warga yang bermukim di sekitar sempadan sungai. Warga diminta memahami tanda-tanda peningkatan debit air yang berpotensi menyebabkan luapan sungai serta menyiapkan langkah evakuasi untuk menghadapi keadaan darurat.
“Kenali ciri-ciri sungai ketika akan meluap. Kemudian, sudah punya rencana harus evakuasi ke mana dan bagaimana pengamanan asetnya,” katanya.
Didi menambahkan, masyarakat masih perlu mengantisipasi kemungkinan hujan berintensitas tinggi dalam beberapa pekan mendatang. Hal ini mengingat musim hujan baru memasuki tahap awal.

Kondisi jalan saat terguyur hujan di salah satu jalur wisata di Kabupaten Bandung saat libur Lebaran 2026. ANTARA/Ilham Nugraha
Ia meminta warga tidak sepenuhnya bergantung pada upaya penanganan pemerintah. Kesiapan melakukan penyelamatan secara mandiri juga diperlukan, terutama dengan memahami potensi ancaman bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, setiap jenis bencana membutuhkan tindakan penyelamatan dan pola evakuasi yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat untuk melindungi diri ketika menghadapi situasi darurat.
“Kalau angin kencang, masyarakat harus berlindung di dalam rumah. Sementara kalau gempa, harus keluar rumah. Jadi, kenali jenis bencananya, karena pola evakuasinya berbeda,” kata dia.
BPBD Kota Bandung mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Masyarakat juga diminta memahami jalur evakuasi serta menyiapkan langkah pengamanan diri dan barang berharga apabila muncul tanda-tanda bencana.