Kapolda Metro Sebut Bedah Rumah di Kampung Ambon Hapus Narkoba Lewat Kesejahteraan

Kapolda Metro Jaya Komjen Polisi Dadang Hartanto saat memberi keterangan usai meninjau program Bedah Rumah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta. Foto: Antara.

Kapolda Metro Sebut Bedah Rumah di Kampung Ambon Hapus Narkoba Lewat Kesejahteraan

Gabriella Thesa Widiari • 24 October 2026 22:43

Jakarta: Pemerintah melangsungkan program bedah rumah di Kampung Ambon, Jakarta. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menilai program tersebut menjadi upaya efektif menghapus masalah peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan warga.

"Kalau ini kita selesaikan secara komprehensif, ini akan menjadi kemajuan yang luar biasa bagi wilayah Kampung Ambon ini," kata Dadang dilansir dari Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dadang memastikan jajarannya siap memberikan data pendukung yang dibutuhkan pemerintah untuk menunjang penataan kawasan sekaligus memberantas peredaran gelap narkotika. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang mengedepankan semangat kepolisian bersama masyarakat.

Hal tersebut juga bentuk komitmen kepolisian dalam menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terkait dengan sejumlah lainnya seperti  Kampung Boncos, Kampung Bahari, dan Kampung Ambon tetap menjadi pusat perhatian penindakan peredaran narkoba di Jakarta.


Polda Metro Jaya saat memberikan trauma healing di Kampung Ambon pascapenggerebekan. Foto. Antara. 

Dadang menambahkan, penegakan hukum yang dilakukan jajarannya selama ini terus berjalan dinamis. Kehadiran program perumahan ini melengkapi penindakan hukum melalui pendekatan sosial yang jauh lebih menyeluruh.

"Penegakan hukum itu belum cukup, maka dilakukan penataan sosial dan kemudian meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang di sini, yang ujungnya nanti kesejahteraan," kata Dadang.

Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus mengevaluasi dinamika keamanan di Kampung Ambon dan kawasan target penataan lainnya. Integrasi antara penegakan hukum dan pembangunan kesejahteraan diyakini mampu menyelesaikan masalah narkoba secara permanen.

(Gabriella Thesa Widiari)