Turnamen Komunitas Esport Jadi Bekal Pengalaman Tim-Tim Nonprofesional

Ilustrasi Esport. Foto: Pexels

Turnamen Komunitas Esport Jadi Bekal Pengalaman Tim-Tim Nonprofesional

Muhamad Marup • 22 October 2026 18:48

Jakarta: Turnamen-turnamen Esport di Indonesia mulai menjamur, termasuk turnamen yang mempertemukan komunitas. Turnamen jenis tersebut sangat penting untuk menguji kemampuan di hadapan publik, bahkan melawan tim yang lebih berpengalaman.

Mengingat banyaknya para pemain Esport, tak jarang, tim-tim nonprofesional justru dapat memberi kejutan. Hal tersebut terjadi dalam turnamen Free Fire sebagai agenda utama festival Mixue Matcha Royale: Cool Down, Booyah On!, di Hall Gandaria City Mall, Jakarta, pada 17-18 Oktober 2026.

Pada turnamen tersebut, tim Family Agoy keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan sejumlah tim peserta, termasuk Shadow Esports. Family Agoy turun dengan lima pemain, yaitu Zaki Muafa, Christhio Waworuntu, Rizky Kaesang, Prayoga Putra Ramadhan, dan Jibril.

Zaki Muafa, perwakilan Family Agoy, mengakui Shadow Esports menjadi lawan terberat sepanjang turnamen. Ia menilai pengalaman dan struktur tim lawan menuntut timnya bermain disiplin.

"Mereka adalah tim esports profesional, jadi struktur dan kekuatan tim mereka sudah sangat kuat. Namun, kami berhasil menaklukkan mereka," ujar Zaki usai mengangkat piala juara.

Menariknya, Family Agoy tidak menjalani persiapan khusus menjelang turnamen. Zaki menyebut kekompakan dan pembagian tugas di dalam tim menjadi modal utama mereka.

Setiap pemain memahami posisi masing-masing. Dengan demikian, koordinasi berjalan lancar dari awal hingga akhir pertandingan.

“Sejujurnya tidak ada persiapan khusus, kami langsung bermain. Namun, pembagian peran di dalam tim sangat krusial. Ada yang bertugas sebagai striker, ada yang di sayap, layaknya dalam sepak bola,” jelas Zaki.

Zaki dan rekan satu timnya juga memberi apresiasi kepada Mixue sebagai penyelenggara. Mereka berharap turnamen serupa terus hadir agar komunitas gamer memiliki ruang untuk bertanding dan berkembang.

"Terima kasih untuk Mixue sudah mengadakan event ini. Harapannya ke depan, semoga Mixue bisa memfasilitasi wadah atau komunitas untuk para gamer. Turnamen seperti ini harus terus ada,” tuturnya.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo, menjelaskan alasan Mixue menggandeng Free Fire. Menurutnya, karakter komunitas Free Fire sejalan dengan konsumen yang ingin Mixue jangkau.

“Kami memilih bekerja sama dengan Free Fire karena mereka memiliki komunitas yang sangat luas dan aktif di Indonesia. Segmen pelanggan Free Fire didominasi oleh generasi muda, dan ini sangat beririsan dengan target pasar Mixue,” ujar Valeria di sela acara.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo

Valeria menambahkan, Indonesia memegang peran penting dalam pengembangan bisnis Mixue di kawasan. Karena itu, Mixue berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan yang relevan dengan minat konsumen muda, termasuk di ranah gaming.

“Indonesia adalah salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Tim Asia Tenggara kami akan terus mendukung dan menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik untuk terus dekat dengan konsumen,” katanya.

(Muhamad Marup)