Summer Course 2026: Mahasiswa Jerman dan Indonesia Rancang Masa Depan Kawasan Transmigrasi Barelang

Mahasiswa Indonesia dan Jerman mengkaji potensi Barelang untuk merancang pengembangan kawasan berbasis kebutuhan masyarakat. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Ibnu Anggoro)Mahasiswa Indonesia dan Jerman mengkaji potensi Barelang untuk merancang penge

Summer Course 2026: Mahasiswa Jerman dan Indonesia Rancang Masa Depan Kawasan Transmigrasi Barelang

Duta Erlangga • 3 October 2026 11:56

Batam: Dua puluh mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia turun langsung mempelajari potensi dan tantangan Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam. Melalui Summer Course 2026, kolaborasi lintas negara ini diarahkan menghasilkan rancangan pengembangan kawasan yang memadukan perspektif global dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Harlina Sulistyorini mengatakan Summer Course 2026 diarahkan untuk menghasilkan Green Barelang Spatial Development Design, yaitu rancangan pengembangan ruang Kawasan Transmigrasi Barelang yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, konektivitas, serta lingkungan.

“Teman-teman TUM akan membantu melakukan eksplorasi dan menganalisis potensi Barelang Rempang, terutama Kawasan Transmigrasi Rempang. Output akhirnya adalah green concept design yang nantinya bisa kita implementasikan agar kawasan menjadi lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya dalam pembukaan Summer Course 2026 di Batam, Kamis, 1 Oktober 2026.


Mahasiswa Indonesia dan Jerman mengkaji potensi Barelang untuk merancang pengembangan kawasan berbasis kebutuhan masyarakat. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Ibnu Anggoro)

Dalam prosesnya, peserta akan melihat langsung kondisi kawasan, termasuk potensi ekonomi, tata ruang, infrastruktur, kondisi sosial dan lingkungan. Mereka juga akan berdialog dengan masyarakat untuk memahami kebutuhan serta tantangan yang dihadapi warga. Plt. Dirjen Harlina menegaskan, pengembangan Barelang diarahkan untuk memberikan manfaat terutama bagi masyarakat lokal.

Pengembangan kawasan diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.

“Kawasan Rempang ini memang peruntukannya untuk masyarakat lokal yang ada di sini sehingga lebih diberdayakan, lebih diberi kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan tenaga kerjanya, dan juga pemanfaatan sumber daya alam yang ada di seputar Rempang,” katanya.

Kegiatan yang diinisiasi Universitas Diponegoro (Undip) bersama TUM, Kementerian Transmigrasi, dan BP Batam ini menjadi bagian dari Transmigrasi Patriot (Trans Patriot). Program tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata kawasan melalui pembelajaran di kelas, diskusi, observasi lapangan, serta dialog langsung dengan masyarakat.


Kolaborasi ini juga melibatkan Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bogor (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, dan Universitas Indonesia (UI) yang telah bekerja di Kawasan Barelang. Hasil pengamatan dan pendampingan tim tersebut diharapkan dapat membantu memastikan gagasan yang dihasilkan dalam Summer Course tetap terhubung dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.

Perwakilan TUM Walter Timo de Vries mengatakan, pembelajaran langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga melihat peluang, tantangan, serta pengalaman masyarakat yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.

“Yang paling penting bagi kami adalah tidak hanya mengajar di ruang kelas. Cara terbaik untuk belajar adalah melihat langsung bagaimana teori itu diterapkan, apa peluangnya, serta tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.


Mahasiswa Indonesia dan Jerman mengkaji potensi Barelang untuk merancang pengembangan kawasan berbasis kebutuhan masyarakat. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Ibnu Anggoro)

Menariknya, pembelajaran dalam Summer Course juga berlangsung dua arah. TUM tidak hanya membawa perspektif dari Jerman, tetapi juga ingin belajar dari pengalaman pengembangan Barelang. Sebaliknya, Kementerian Transmigrasi berharap pengalaman Jerman dalam partisipasi masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, dan kemandirian kawasan dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai konteks Barelang. Walikota Batam Amsakar Achmad menyambut kolaborasi tersebut.

Menurutnya, keunikan Batam sebagai pusat industri, investasi, jasa, dan pariwisata, sekaligus memiliki kawasan seperti Barelang yang menyimpan potensi pengembangan berkelanjutan, menjadikan Summer Course sebagai ruang untuk mempertemukan pengetahuan, inovasi, pengalaman lokal, dan perspektif internasional.

“Pemerintah membawa kebijakan dan sumber daya, universitas membawa pengetahuan dan inovasi, masyarakat membawa pengalaman dan kearifan lokal, sedangkan komunitas internasional membuka perspektif yang lebih luas dan peluang kerja sama,” ucapnya.

Rektor Undip Achmad Zulfa Juniarto mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kawasan. Undip menggandeng TUM serta sejumlah perguruan tinggi Indonesia agar pengetahuan akademik dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan pembangunan di lapangan. Sementara itu, Guru Besar dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Wiwandari Handayani menilai Summer Course menjadi kesempatan untuk menggabungkan perspektif global dengan konteks lokal.

SDM unggul dari berbagai negara dan perguruan tinggi diharapkan dapat bekerja bersama masyarakat untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan kawasan. Selain pengembangan kawasan, peserta juga dijadwalkan mengenal Pulau Penyengat sebagai bagian dari pengalaman belajar mengenai sejarah, perdagangan, dan budaya Melayu yang membentuk karakter kawasan Kepulauan Riau.

Kementerian Transmigrasi berharap interaksi tersebut memperkaya perspektif peserta sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Summer Course 2026, Kementerian Transmigrasi mendorong agar Transformasi Transmigrasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menghasilkan gagasan berbasis pengetahuan, inovasi, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Rancangan yang dihasilkan di Barelang diharapkan menjadi pijakan bagi kegiatan riset, pendidikan, dan kolaborasi lanjutan untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi. 

(Rosa Anggreati)