Art Jakarta 2026 menghadirkan 75 galeri dari Indonesia dan mancanegara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 2-4 Oktober 2026. (Foto: Ist)
Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara
Patrick Pinaria • 6 October 2026 14:50
Jakarta: Art Jakarta 2026 telah digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2-4 Oktober 2026. Penyelenggaraan yang merupakan edisi ke-16 ini kembali menghadirkan galeri-galeri dari Asia Tenggara dan kawasan lainnya.
Kehadiran Art Jakarta 2026 mencerminkan daya tahan bidang seni rupa kontemporer Indonesia yang terus mempertahankan momentum di tengah kondisi yang terus berubah.
Seiring tahun, Art Jakarta telah meluaskan cakupannya melalui dua ajang khusus, yakni Art Jakarta Gardens dan Art Jakarta Papers. Art Jakarta Gardens berfokus pada karya-karya seni rupa luar ruangan dan site specific, sedangkan Art Jakarta Papers dipersembahkan untuk praktik seni berbasis kertas.
Kedua ajang tersebut telah terlaksana pada Februari dan Mei lalu. Perluasan program tersebut mencerminkan upaya Art Jakarta untuk mendiversifikasi program dan menjangkau kisaran luas media seni.
Pada edisi ke-16 ini, Art Jakarta menghadirkan 75 galeri, dengan lebih dari separuhnya merupakan galeri Indonesia. Selain itu, terdapat 33 galeri internasional, termasuk 19 galeri yang berpartisipasi untuk pertama kalinya tahun ini.
Pengunjung melihat karya seni di salah satu area Art Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Ist)
Art Jakarta 2026 dibuka dengan konferensi pers di Stage pada 2 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB yang dihadiri kalangan media. Fair Director Tom Tandio hadir bersama perwakilan para Lead Partner dan tamu VIP, termasuk Andrew Lee (Julius Baer), William (Bibit and Stockbit), Anang Samsudin (Treasury), Rita Christiana (BCA), dan Mita Soedarjo (MRA Media).
VIP Preview berlangsung pada pukul 13.00-18.00 WIB, sementara vernissage berlangsung pukul 18.00-21.00 WIB.
Fair Director Art Jakarta Tom Tandio mengatakan penyelenggaraan tahun ini kembali menghadirkan Art Jakarta setelah sebelumnya sukses menggelar Art Jakarta Gardens dan Art Jakarta Papers.
"Senang sekali bisa menghadirkan kembali Art Jakarta setelah keberhasilan Art Jakarta Gardens dan Art Jakarta Papers yang telah terselenggara beberapa waktu sebelumnya. Art Jakarta terus tumbuh sebagai pekan seni internasional yang menghubungkan kancah seni rupa Indonesia dan dunia internasional," ujar Tom.
Menurutnya, pertumbuhan Art Jakarta turut diikuti oleh berbagai komunitas dan elemen yang membentuk ekosistem seni, mulai dari seniman, galeri, kolektor, kurator, hingga pecinta seni.
Tom mengatakan Art Jakarta juga menghadirkan sejumlah prakarsa untuk memajukan sektor seni Indonesia. Di antaranya Korea Focus yang menampilkan 14 galeri muda dari Korea Selatan dan SCOPE yang didukung MTN Seni Budaya untuk menghimpun enam pekan seni yang sedang muncul dari seluruh Indonesia.
"Kami harap Art Jakarta dapat terus berperan untuk ekosistem-ekosistem seni di kawasan ini," katanya.
Salah satu instalasi seni yang dihadirkan dalam Art Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Ist)
Sementara itu, Interim Market Head for South East Asia Julius Baer Andrew Lee mengatakan seni rupa telah menjadi bagian dari identitas Julius Baer selama berpuluh-puluh tahun. Menurutnya, seni memiliki kemampuan untuk meluaskan perspektif dan memantik percakapan.
Sebagai bagian dari perayaan 20 tahun kehadiran Julius Baer di Asia, pihaknya melanjutkan kemitraan dengan Art Jakarta untuk kelima kalinya.
"Kolaborasi kami dengan Handiwirman Saputra di lounge kami mempertunjukkan kekuatan kreativitas yang transformatif. Pengalaman Kuasa Alam yang interaktif mengundang pengunjung untuk melibatkan diri dengan seni dan menjelajahi hubungan yang unik dengan alam dengan cara menyesuaikan karya seni cetaknya sendiri," kata Andrew.
Andrew menambahkan pengalaman tersebut sejalan dengan pendekatan Julius Baer dalam menyesuaikan solusi wealth management dengan aspirasi individual.
Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit dan Stockbit William menjelaskan instalasi Lost at Sea yang dihadirkan dalam Art Jakarta. Instalasi perahu karya Endry Pragusta tersebut mengangkat gagasan mengenai kemampuan adaptif.
"Melalui Lost at Sea, kami menjelajahi gagasan tentang kemampuan adaptif, sesuatu yang esensial tidak hanya dalam pendidikan dan pembelajaran, tapi juga dalam mengarungi perjalanan finansial sebagai investor," ujar William.
Menurut William, instalasi tersebut mengajak pengunjung untuk memikirkan bagaimana menyesuaikan diri dan tetap ulet seiring perubahan situasi. Bibit dan Stockbit juga menghadirkan pengalaman yang interaktif dan personal melalui aktivasi penulisan dan origami.
"Pengunjung dapat ambil bagian dalam aktivasi penulisan dan origami ini untuk mengekspresikan dan memvisualisasikan harapan serta aspirasi bersama-sama," katanya.
Dari Treasury, Head of PR and Partnership Anang Samsudin mengatakan kolaborasi dengan Art Jakarta menjadi ruang untuk mengeksplorasi makna nilai yang melampaui sesuatu yang berwujud.
"Melalui kolaborasi Treasury dengan Art Jakarta, kami ingin mengeksplorasi bagaimana nilai dapat dimaknai melampaui sesuatu yang berwujud. Ada hal-hal yang memiliki nilai begitu tinggi tanpa pernah memiliki berat. Ada pula hal-hal yang terasa begitu nyata, tanpa perlu kita menghadirkan wujudnya dan menyentuhnya," kata Anang.
Ia mengatakan perspektif tersebut dihadirkan melalui seni sebagai medium untuk memaknai dan merasakan kembali arti sebuah nilai.
Menutup konferensi pers, Senior Vice President BCA Rita Christiana mengatakan sektor ekonomi kreatif di Jakarta, termasuk seni rupa kontemporer, terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Pengunjung menikmati karya seni dalam penyelenggaraan Art Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Ist)
Rita menyebut sektor tersebut menyumbangkan Rp407,8 triliun atau 10 persen dari produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta pada 2025.
"Sebagai institusi perbankan, BCA percaya bahwa kita perlu mendukung sektor ini bersama-sama dengan pihak-pihak lain secara lintas sektor. Itu mengapa BCA bangga bisa hadir dan berpartisipasi di Art Jakarta, serta mendukung para seniman, kurator, dan kolektor," ujar Rita.
Untuk mendukung pengalaman pengunjung selama fair berlangsung, BCA juga menghadirkan program berupa diskon khusus untuk pembelian tiket, cashback, dan opsi cicilan.