Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Apindo Dorong Pemerintah Perkuat Daya Beli Kelas Menengah
Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 12:31
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan dukungannya terhadap berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian, khususnya terkait upaya menjaga daya beli masyarakat kelas menengah serta optimalisasi implementasi insentif bagi dunia usaha dan pekerja.
Menurut dia, penguatan kelas menengah menjadi hal yang sangat penting mengingat penurunan kelompok ini memberikan pengaruh nyata terhadap pelemahan daya beli berdasarkan survei outlook mid-year Apindo.
"Jadi, itu yang mungkin menjadi concern, karena memang kan kelas menengah itu menurun sangat signifikan. Jadi jelas kalau kita lihat data daripada survei yang ada di survei outlook mid-year-nya Apindo itu kelihatan memang ada pengaruh kepada daya beli," ujar Shinta usai acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Apindo mendorong agar kebijakan insentif yang diberikan pemerintah dapat dirancang dan ditargetkan secara tepat sasaran untuk memulihkan daya beli tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Optimalisasi insentif dan perbaikan institusi pajak
Shinta mengapresiasi berbagai inisiatif insentif yang telah digulirkan pemerintah, baik di bidang transportasi maupun perumahan. Ke depan, fokus utama yang perlu didorong bersama adalah bagaimana memastikan eksekusi di lapangan berjalan lebih efektif serta mudah diakses secara administratif oleh para pelaku usaha.
"Banyak juga insentif yang diberikan pemerintah itu secara administratif mungkin tidak mudah untuk bisa dilaksanakan," ujar dia.
Selain itu, perbaikan pada institusi pajak dinilai sangat krusial untuk menjaga kelancaran arus kas (cash flow) perusahaan. Apindo juga menekankan pentingnya langkah deregulasi dan de-bottlenecking agar sektor riil dapat terus bergerak dinamis tanpa terganggu oleh hambatan operasional.
"Dari segi de-bottlenecking deregulasi ini kan akan mengganggu dari segi produksinya sendiri. Jadi ini yang saya rasa banyak mempengaruhi sektor-sektor real yang sekarang ini sedang mengalami banyak tantangan," tambah Shinta.
Di sisi lain, Apindo menyambut positif wacana kenaikan ambang batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang sebelumnya sempat dibahas oleh pemerintah. Kebijakan ini dinilai sangat membantu para pekerja karena pajak akan dikenakan pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
Kendati demikian, Shinta mengingatkan bahwa kebijakan ini perlu dijalankan dalam bentuk kombinasi berbagai langkah komprehensif agar dampaknya terhadap pemulihan daya beli kelas menengah dapat dirasakan secara optimal. (Selsha Septifanie Gunawan)