CEO Anthropic Soroti Manfaat dan Risiko AI usai Bertemu Trump di Gedung Putih

CEO Anthropic Dario Amodei. (Anadolu Agency)

CEO Anthropic Soroti Manfaat dan Risiko AI usai Bertemu Trump di Gedung Putih

Willy Haryono • 30 September 2026 06:34

Washington: CEO Anthropic Dario Amodei menyoroti potensi manfaat sekaligus risiko kecerdasan buatan (AI) setelah menghadiri pertemuan di Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah tokoh industri teknologi pada Selasa, 29 September 2026.

Berbicara kepada awak media, Amodei mengatakan AI dapat membawa kemajuan signifikan, terutama di bidang medis. Namun, ia menekankan perlunya kerja sama untuk memastikan teknologi tersebut berkembang secara aman.

“Saya akan mengatakan apa yang selalu saya katakan, yaitu AI memiliki manfaat yang luar biasa,” kata Amodei, dikutip dari Anadolu Agency.

“Saya telah berbicara tentang manfaat medis dari teknologi ini. Seperti yang dikatakan presiden, siapa pun yang memenangkan AI, dialah yang menang," sambungnya.

Amodei mengatakan Amerika Serikat perlu bekerja secara bersama-sama untuk mempertahankan kepemimpinannya di bidang kecerdasan buatan sekaligus menghadapi potensi bahaya dari teknologi tersebut.

“Kita semua perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa kita bisa menang, dan kita bisa menang dengan aman jika kita melakukan ini dengan benar,” ujarnya.

“Jika kita bekerja sama dengan presiden dan semua orang di sini, kita bisa menang dengan aman," lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika para eksekutif perusahaan teknologi dan pejabat pemerintah berkumpul di Gedung Putih untuk membahas perkembangan pesat industri AI, implikasinya terhadap ekonomi dan keamanan nasional, serta kebutuhan menyeimbangkan kepemimpinan teknologi dengan perlindungan terhadap berbagai potensi risiko.

Dalam pertemuan tersebut, Trump memperkenalkan America.gov, platform federal berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu masyarakat Amerika mengakses layanan pemerintah.

Trump juga mengatakan akan menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mengganti istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence menjadi “super intelligence." Ia juga menekankan posisi terdepan Amerika Serikat dalam sektor teknologi yang berkembang pesat tersebut.

Baca juga: Trump Perintahkan Pemerintah Federal Ubah Istilah AI Jadi Super Intelligence

(Willy Haryono)