Progres pembangunan sodetan di Jalan Outer Ring Road, Puri Kembangan, sebagai upaya mengatasi genangan yang selama ini terjadi di sekitar kolong tol Traffic Light (TL) Puri Kembangan, Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Barat
Pembangunan Sodetan di Ring Road Puri Kembangan Jakbar Dipercepat untuk Mengantisipasi Banjir
Siti Yona Hukmana • 30 September 2026 17:32
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Barat mempercepat pembangunan sodetan di Jalan Outer Ring Road, Puri Kembangan. Pembangunan itu sebagai upaya mengatasi genangan di sekitar kolong tol lampu merah Puri Kembangan.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, menyebut sodetan tersebut akan menghubungkan saluran dari kawasan Jalan Outer Ring Road menuju Kali Angke. Pengerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
“Beberapa hal masih perlu kita koordinasikan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi (DKI Jakarta) agar pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan rencana,” kata Iin saat meninjau pembangunan sodetan di Puri Kembangan, Jakarta Barat, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.
“Pekerjaan kemudian dilanjutkan melalui kolaborasi dengan tiga pengembang. PT Pilar akan mengerjakan sepanjang 207,5 meter, PT Citra Abadi Makmur (CAM) sepanjang 211 meter dan PT Pulau Intan sepanjang 275 meter,” kata Iin.
Iin berharap sodetan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko genangan. Terutama akibat luapan Kali Angke yang selama ini belum memiliki saluran penghubung yang optimal menuju badan kali.
“Harapannya kita target selesai sebelum akhir Desember 2026. Ini menjadi salah satu solusi untuk mitigasi banjir dan genangan, karena luapan Kali Angke selama ini belum memiliki saluran atau sodetan yang menuju ke Kali Angke,” kata Iin.

Banjir di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat Mustajab, menjelaskan pekerjaan proyek sepanjang sekitar 1.050 meter itu dibagi antara pemerintah dan tiga pengembang. Menurut Mustajab, pemerintah berada di segmen awal atau profil 0 hingga 9, sedangkan segmen profil 9 hingga 24 dikerjakan oleh tiga pengembang.
“Pada bagian yang dikerjakan Sudin SDA, saluran menggunakan boks konstruksi berukuran sekitar 2x2 meter dengan kedalaman mencapai 5 hingga 6 meter,” ujar Musjatab.
Menurut Mustajab, di bagian paling hilir dengan elevasi yang cukup dalam, aliran air pada titik tersebut tidak seluruhnya dapat mengandalkan gravitasi. Air nantinya akan diarahkan ke kolam olakan dan dipompa ketika volume air meningkat.
“Sementara itu, segmen yang dikerjakan oleh tiga pengembang menggunakan boks konstruksi dengan ukuran sekitar 1,6 meter,” kata Mustajab.