Kasus Ebola di Kongo Lampaui 8.000, Total Kematian Sentuh 3.901

Wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 8.067 kasus dengan 3.901 kematian. (Anadolu Agency)

Kasus Ebola di Kongo Lampaui 8.000, Total Kematian Sentuh 3.901

Willy Haryono • 29 September 2026 13:37

Kinshasa: Kegagalan dalam pelacakan kontak serta masih tingginya kematian di luar pusat perawatan disebut menjadi faktor yang memicu peningkatan penularan Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang jumlah kasusnya mencapai 8.067 per hari Senin, 28 September 2026.

Sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei, sebanyak 3.901 orang dilaporkan meninggal dunia. Berdasarkan pembaruan situasi terbaru Kementerian Kesehatan, tingkat kematian kasus (case fatality rate) mencapai 48,4 persen.

Melansir dari Anadolu Agency, wabah terbaru tersebut telah berdampak pada 63 zona kesehatan di tujuh provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, North Kivu, South Kivu, Bas-Uele, Tshopo, dan South-Ubangi.

Ituri masih menjadi pusat wabah Ebola dengan menyumbang 76,4 persen dari total kasus sejak wabah dimulai.

Pembaruan situasi menunjukkan sebagian besar kematian terkonfirmasi terbaru terjadi di komunitas, di luar pusat perawatan di Ituri dan North Kivu. Kondisi tersebut dikaitkan dengan tantangan dalam mendeteksi kasus secara tepat waktu.

Pelacakan kontak juga menurun menjadi 79,2 persen dari sebelumnya 83,4 persen. Penularan masih berlangsung di Provinsi Haut-Uele, sementara penularan kembali tercatat di Provinsi Tshopo.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan pekan lalu memperingatkan bahwa perluasan geografis terbaru virus, termasuk wilayah yang baru terdampak di South Ubangi dan Haut-Uele, meningkatkan risiko penularan lintas batas.

WHO juga mencatat peningkatan rasio kematian serta bertambahnya jumlah kematian yang terjadi di komunitas menunjukkan tingkat keseriusan wabah tersebut.

Menurut Africa Centers for Disease Control and Prevention (Africa CDC), sedikitnya USD2,9 miliar telah dimobilisasi untuk penanganan Ebola di kawasan Afrika.

Baca juga: Lindungi Tenaga Medis, Kementerian Kesehatan Kongo Perluas Uji Klinis Vaksin Ebola

(Willy Haryono)