Revitalisasi 71.744 Sekolah, Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran Swakelola

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Revitalisasi 71.744 Sekolah, Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran Swakelola

Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 18:52

Surabaya: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan anggaran program revitalisasi puluhan ribu sekolah akan dialokasikan langsung ke satuan pendidikan. Mekanisme pelaksanaan fisik di lapangan tetap dipertahankan menggunakan skema swakelola oleh masing-masing sekolah seperti tahun sebelumnya.

"Anggaran akan dialokasikan oleh Kemendikdasmen dan mekanismenya tetap sama dengan tahun lalu, jadi swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 28 September 2026.
 


Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 sekolah di berbagai daerah hingga 2027 mendatang demi menggenjot kualitas pendidikan nasional. Jumlah tersebut bahkan masih berpotensi bertambah sekitar enam ribu satuan pendidikan.

Ia menjelaskan penentuan penerima bantuan revitalisasi tetap berpatokan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah terdampak bencana, mengalami kerusakan berat, serta berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah pemerintah pusat tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Berdasarkan data Pokok Pendidikan (Dapodik), Jawa Timur memperoleh kuota revitalisasi yang mencakup 324 SMA, 208 SMK, dan 141 SLB.

"Sesuai dengan data yang kami kirim berdasarkan data Dapodik ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, alhamdulillah SMA tahun ini mendapat 324, SMK sekitar 208, dan SLB 141," kata Aries.


Ilustrasi pendidikan. Foto: Dok. Medcom.id.

Secara terpisah, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengemukakan bahwa dukungan anggaran juga digelontorkan besar-besaran di wilayah lain. Di Sulawesi Tengah misalnya, Kemendikdasmen menyalurkan Rp513,6 miliar untuk merevitalisasi 732 sekolah pada 2026.

"Peningkatannya luar biasa ya, tiga kali lipat dari tahun lalu. Ini capai Rp513,6 miliar yang kita berikan dana bantuan ke seluruh sekolah di Sulawesi Tengah. Termasuk tinggi lah," ungkap Gogot di Palu.

Gogot menegaskan, revitalisasi prasarana sekolah tidak sekadar menyasar pembangunan fisik, melainkan menjamin fasilitas pembelajaran yang layak, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan peserta didik. Pihaknya menargetkan seluruh proses revitalisasi sekolah selesai bertahap hingga 2028.

"Yang terkena bencana mau banjir, mau kebakaran, mau puting beliung, gempa, silakan diusulkan supaya kita selesaikan di tahun yang sama. Kemudian daerah 3T kepulauan juga prioritas seperti Banggai Kepulauan yang terpencil-terpencil itu, dan juga sekolah rusak berat," kata Gogot.

(Fachri Audhia Hafiez)