Ilustrasi. Foto: Freepik
Harga Minyak Turun di Bawah USD90/Barel
Annisa Ayu Artanti • 8 September 2023 07:57
Houston: Harga minyak mentah Brent turun di bawah USD90 per barel pada Kamis waktu setempat, menghentikan reli hampir dua minggu. Penurunan harga minyak itu terjadi di tengah berbagai sinyal yang memperingatkan akan permintaan yang lebih lemah dalam beberapa bulan mendatang.
Melansir Investing.com, Jumat, 8 September 2023, harga minyak mentah berjangka Brent menetap 68 sen atau 0,8 persen menjadi USD89,92 per barel.
Sementara harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 67 sen, atau 0,8 persen menjadi USD86,67 per barel.
Penurunan pada Kamis terjadi setelah sembilan sesi kenaikan berturut-turut di WTI dan tujuh kenaikan berturut-turut di Brent.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Stabil Meski Ada Pengurangan Pasokan
Harga juga telah melonjak di awal minggu ini setelah Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan suplai secara sukarela hingga akhir tahun.
Keputusan itu merupakan tambahan dari pemangkasan pada April yang telah disepakati oleh beberapa produsen OPEC+ yang berlaku hingga akhir 2024.
"Minyak mentah berjangka merasakan beberapa tekanan korektif dari level tertinggi baru dalam indeks dolar AS serta angka ekonomi yang lebih lemah dari zona euro, di mana aktivitas ekonomi tumbuh 0,1 persen vs 0,3 persen yang diharapkan," kata Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler.
Dolar AS menguat
Dolar menguat, mendorong yen ke level terendah 10 bulan dan mendorong euro dan sterling ke level terlemahnya dalam tiga bulan. Para investor memasang taruhan mereka pada ekonomi AS yang masih tangguh.Para pelaku pasar juga mencerna data yang beragam dari RRT. Secara keseluruhan ekspor turun 8,8 persen di bulan Agustus dari tahun ke tahun dan impor berkontraksi 7,3 persen.
Namun, kekhawatiran tentang peningkatan produksi minyak dari Iran dan Venezuela, yang dapat menyeimbangkan sebagian dari pengurangan produksi minyak dari Saudi dan Rusia. Hal itu membatasi pasar.
Data pemerintah AS menunjukan permintaan tetap kuat, karena stok minyak mentah turun 6,3 juta barel minggu lalu, turun selama empat minggu berturut-turut dan turun lebih dari enam persen pada bulan lalu.