Aksi mendukung Palestina berlangsung di London, Inggris, 14 Oktober 2023. (AP Photo/Kin Cheung)
Willy Haryono • 29 October 2023 13:39
London: Aksi damai mendukung Palestina berlangsung di tiga negara Eropa, yakni Inggris, Prancis dan Swiss. Ribuan orang di ketiga negara tersebut menyerukan gencatan senjata ketika tentara Israel meningkatkan serangannya di Jalur Gaza.
Ketika serangan udara Israel memberikan perlindungan bagi pasukan daratnya dalam meningkatkan pertempuran di Gaza, PBB memperingatkan bahwa ribuan warga sipil bisa saja tewas.
Israel melancarkan kampanye pengeboman setelah kelompok pejuang Palestina Hamas menyerbu perbatasan Gaza pada 7 Oktober, yang menewaskan setidaknya 1.400 orang. Hamas juga menyandera lebih dari 220 orang kala itu, menurut keterangan otoritas Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan bahwa serangan balasan Israel telah menewaskan 7.703 orang, di mana sebagian besarnya adalah warga sipil dan lebih dari 3.500 anak-anak.
Ini adalah akhir pekan ketiga berturut-turut di mana London menjadi tuan rumah unjuk rasa besar-besaran dalam mendukung warga Palestina.
Salah satu pengunjuk rasa, Dani Nadiri, 36, mengatakan bahwa seruan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak untuk menerapkan "jeda kemanusiaan" agar bantuan kemanusiaan bisa masuk Gaza dan sandera bisa pergi tidaklah cukup.
"Gencatan senjata penuh perlu dilakukan," kata Nadiri kepada AFP. "Sekarang saatnya untuk melakukan sesuatu daripada membiarkannya berkembang lebih jauh," sambung dia, seperti dikutip dari Digital Journal, Minggu, 29 Oktober 2023.
Para demonstran berkumpul di titik pusat di tepi Sungai Thames pada tengah hari, sebelum kemudian bergerak menuju parlemen Inggris di Westminster.
Baca juga: Netanyahu Tegaskan Israel Memulai Tahap Kedua dalam Perang Melawan Hamas