Tzipi Hotovely, yang pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Israel. Foto: LBC
Fajar Nugraha • 14 December 2023 19:12
London: Tzipi Hotovely, yang pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Israel sebelum menjabat sebagai duta besar mengatakan, "Palestina tidak pernah ingin memiliki negara di samping Israel".
Dia menambahkan bahwa orang-orang Palestina telah mengatakan dengan “keras dan jelas” bahwa Palestina harus “bebas dari sungai ke laut”, yang sebelumnya dia katakan kepada LBC adalah seruan untuk pembersihan etnis.
Komentar Hotovely muncul setelah dia sebelumnya mengatakan kepada Andrew Marr dari LBC bahwa solusi dua negara tidak mungkin dilakukan "saat ini" karena penolakan otoritas Palestina untuk mengutuk serangan 7 Oktober.
“Hal ini tidak mungkin terjadi karena saat ini, pemimpin politik Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menolak untuk mengutuk kejahatan mengerikan yang dilakukan Hamas. Jadi dia bahkan tidak berusaha untuk terlihat seperti pemimpin yang berbeda dari para pemimpin yang ada di Gaza masa lalu," kata Hotovely kepada Tonight bersama Andrew Marr bulan lalu.
Hotovely terus membalas gagasan tersebut dengan marah, bertanya kepada Sky kemarin: "Kenapa Anda terobsesi dengan solusi dua negara?"
"Saya pikir sudah waktunya bagi dunia untuk menyadari bahwa paradigma (Perjanjian) Oslo gagal pada 7 Oktober dan kita perlu membangun paradigma baru,” tegas Hotovely.
Dia juga mengatakan Israel tidak akan melakukan gencatan senjata karena hal itu akan menyebabkan serangan serupa seperti yang terjadi pada 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 warga Israel. Israel sejak itu terlibat dalam kampanye pemboman balasan selama dua bulan di Gaza dalam upaya untuk “memusnahkan Hamas”.
Terjadi 'jeda kemanusiaan' singkat yang memungkinkan puluhan sandera dibebaskan oleh Hamas. Sejak itu, kampanye pengeboman Israel terus berlanjut. Lebih dari 18.000 warga Palestina –,terutama perempuan dan anak-anak,– tewas dalam perang tersebut.
Hal ini terjadi ketika Israel menghadapi tekanan dari Presiden AS Joe Biden untuk segera mengakhiri perang.
Biden dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri kampanye melawan Hamas pada akhir minggu pertama Januari.
Berbicara minggu ini, Presiden AS Joe Biden mengatakan Israel mulai kehilangan dukungan global atas “pengeboman tanpa pandang bulu” di Gaza.
“Keamanan Israel bisa saja bergantung pada Amerika Serikat, namun saat ini Israel memiliki lebih dari Amerika Serikat. Israel memiliki Uni Eropa, memiliki Eropa, dan memiliki sebagian besar wilayah di dunia,” kata Biden kepada para donor untuk kampanye pemilihannya kembali pada tahun 2024.
“Tetapi mereka mulai kehilangan dukungan karena pemboman tanpa pandang bulu yang terjadi,” kata pungkas Biden.