Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG DIbuka Menguat ke Level 5.940
Eko Nordiansyah • 14 October 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami menguat. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 5.940,675.
IHSG dibuka menguat 14,70 poin atau 0,25 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,91 poin atau 0,32 persen ke posisi 591,10.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG menguat sebanyak 47,565 poin setara 0,80 persen ke level 5.973,541. IHSG berada di level tertinggi 5.976 dan terendah di 5.906.
Sebanyak 363 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 180 saham emiten lainnya melemah, dan 200 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,397 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,288 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.491,857 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.912/USD Rabu Pagi

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diperkirakan cenderung mixed
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 13 Oktober, IHSG ditutup melemah 10,49 poin atau 0,17 persen ke 5.925,66, tertekan oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.Dari eksternal, eskalasi konflik Arab Saudi–Houthi di Yaman mendorong kenaikan harga minyak Brent hingga sekitar USD106,69 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas rupiah.
Dari domestik, ketidakpastian terkait evaluasi MSCI pada November 2026 memicu aksi jual pada sejumlah saham grup konglomerasi besar karena kekhawatiran terhadap potensi perubahan kebijakan indeks dan arus dana asing.
Tekanan juga datang dari pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.913 per dolar AS serta sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS, yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS, yield obligasi, dan sentimen pasar negara berkembang.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 0,35 persen, S&P 500 turun 0,02 persen, dan Nasdaq turun 0,15 persen. Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh tekanan pada saham semikonduktor akibat meningkatnya persaingan dari Tiongkok dan kekhawatiran terhadap rendahnya imbal hasil investasi AI.
Kemajuan teknologi memori CXMT asal Tiongkok mengancam daya saing produsen AS dan Korea Selatan. Kemudian CEO Broadcom, Hock Tan, memperingatkan bahwa belanja AI yang berlebihan berisiko menghasilkan pengembalian investasi yang rendah.
Sentimen ini menekan saham Micron (4,6 persen), Lam Research (3,2 persen), SanDisk (1,7 persen), dan Applied Materials (7,2 persen). Tekanan tambahan datang dari anjloknya saham Johnson & Johnson (5,6 persen) akibat penjualan yang melemah serta kinerja sektor keuangan yang bervariasi setelah rilis laporan keuangan, termasuk Citigroup (5,3 persen) dan Wells Fargo (2,6 persen).
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas. Disaat yang sama, pelaku pasar terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, yield US Treasury, inflasi AS, & arah kebijakan suku bunga The Fed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.