Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Pemerintah Berkomitmen Perluas Akses bagi Perempuan
Anggi Tondi Martaon • 27 October 2026 16:17
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan di berbagai sektor. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi percepatan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
“Kita tahu banyak perempuan ingin bekerja, mengembangkan usaha atau menjadi pemimpin, tetapi kesempatan mereka belum selalu sama,” ujar Arifah Fauzi, dalam acara Dua Tahun Gerak Bersama untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Arifah menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi kaum perempuan, seperti kesulitan mendapatkan pekerjaan, mengakses permodalan hingga memasarkan produk usaha. Oleh karena itu, Arifah menekankan pemerintah terus berupaya membuka kesempatan yang lebih luas lagi bagi perempuan.
“Hasilnya mulai terlihat. Kesejangan upah antara laki-laki dan perempuan menurun dari 21,89 persen pada tahun 2024 menjadi 20,27 persen pada tahun 2025,” ujar Arifah.
Upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata. Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan tercatat menurun dari 21,89 persen pada 2024 menjadi 20,27 persen pada 2025 atau berkurang sebesar 1,62 persen.
Menteri PPPA Arifah Fauzi (kanan) dalam konferensi pers Dua Tahun Gerak Bersama untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Selain penurunan angka kesenjangan upah, tingkat partisipasi perempuan yang menduduki posisi manajerial juga meningkat dari 35,49 persen menjadi 36,68 persen. Menurut Arifah, capaian ini menjadi bukti awal bahwa kesempatan perempuan dalam dunia kerja dan kepemimpinan mulai menunjukkan perbaikan.
“Tentu perubahan ini merupakan hasil kerja bersama banyak pihak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ikut mendorongnya melalui kebijakan, kerja sama, dan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan,” ujar Arifah.
(Arini Noviawati Gunawan)