9 Startup Indonesia yang Sukses Mendunia dan Mengubah Gaya Hidup Masyarakat

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

9 Startup Indonesia yang Sukses Mendunia dan Mengubah Gaya Hidup Masyarakat

Eko Nordiansyah • 26 October 2026 15:56

Jakarta: Sejumlah perusahaan rintisan atau startup asal Indonesia berhasil mengembangkan bisnis di berbagai sektor, mulai dari transportasi, perdagangan elektronik, hingga layanan kesehatan digital.

Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana inovasi berbasis teknologi dapat membuka peluang usaha sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Melansir Glints, terdapat sejumlah startup Indonesia yang dibangun anak muda berhasil memperluas jangkauan bisnis.

Beberapa di antaranya didirikan oleh pengusaha muda yang melihat peluang dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Berikut sembilan startup Indonesia yang berhasil mengembangkan bisnisnya.

1. GO-JEK

GO-JEK didirikan oleh Nadiem Makarim pada 2010. Perusahaan ini mengembangkan layanan berbasis aplikasi yang memudahkan masyarakat seperti Go-Car, Go-Food, Go-Send, dan Go-Box.

Pada Agustus 2016, GO-JEK juga memperoleh pendanaan sebesar USD550 juta dari konsorsium internasional dan berhasil mendapatkan gelar ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan.

GO-JEK sudah membuka layanan Tiga negara ASEAN, yakni Thailand, Singapura, dan Vietnam.

2. Traveloka

Traveloka didirikan pada 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Pada awalnya, platform ini menyediakan layanan perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs.

Pada 2013, Traveloka mengembangkan layanan pemesanan tiket pesawat secara mandiri. Setahun kemudian, perusahaan ini memperluas layanannya ke pemesanan kamar hotel.

Karena kesuksesannya,Traveloka berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain senilai Rp6,75 triliun. Traveloka juga mengembangkan jangkauan bisnis ke sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

3. Tokopedia

Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison serta resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009. Platform ini bergerak di bidang perdagangan elektronik dan menyediakan ruang bagi penjual untuk menawarkan produk secara daring.

Tokopedia menjadi salah satu startup Indonesia yang berhasil memperoleh pendanaan dari investor internasional. Pada Agustus 2017, perusahaan ini menerima investasi sebesar USD1,1 miliar dari perusahaan asal Tiongkok, Alibaba.

4. HijUp

HijUp didirikan oleh Diajeng Lestari pada Agustus 2011. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan elektronik dengan fokus pada busana muslim perempuan Indonesia.

Selain pakaian muslim, HijUp juga menawarkan produk pakaian anak-anak serta kebutuhan rumah dan gaya hidup. Tercatat hingga akhir 2021, HijUp menjual lebih dari 120 merk dari 30 desainer lokal yang bergabung di website.

Produk HijUp telah menjangkau konsumen di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
(Ilustrasi OVO. Foto: Dok Metrotvnews.com)

5. OVO

OVO merupakan layanan dompet digital yang didirikan oleh Lippo Group. Platform ini berkembang sebagai salah satu layanan pembayaran digital yang digunakan masyarakat Indonesia.

OVO memperoleh status unicorn pada 2019 karena kinerja yang luar biasa, CB Insights melalui CNBC melaporkan hingga awal 2020 OVO memiliki valuasi mencapai USD2,9 miliar.

6. HappyFresh

HappyFresh merupakan startup yang bergerak di bidang layanan belanja kebutuhan konsumen. Melalui platformnya, pengguna dapat berbelanja berbagai kebutuhan tanpa harus datang langsung ke toko. Meskipun masih baru, Happy Fresh kini tengah memasuki musim primanya.

7. Alodokter

Alodokter didirikan oleh Nathanael Faibis dan Suci Arumsari pada 2014. Startup yang berbasis di Jakarta ini bergerak di bidang layanan kesehatan digital.

Melalui platformnya, pengguna dapat memperoleh informasi kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter bersertifikat. Alodokter memperoleh pendanaan sebesar USD45,1 juta berdasarkan sumber yang dikutip dari Startup Stash.

8. Bobobox

Bobobox didirikan pada 2018 dan berasal dari Bandung mengembangkan konsep akomodasi berupa hotel kapsul yang dilengkapi teknologi untuk menunjang pengalaman menginap.

Salah satu keunggulannya adalah penggunaan teknologi untuk mengatur akses pintu dan pencahayaan kamar melalui aplikasi. Bobobox memperoleh investasi sebesar USD11,5 juta pada Mei 2020.

9. Halodoc

Halodoc didirikan oleh Jonathan Sudharta pada 2016 yang menyediakan layanan kesehatan digital untuk menghubungkan pengguna dengan berbagai kebutuhan medis.

Melalui platform Halodoc, pengguna dapat mengakses layanan dokter, asuransi kesehatan, laboratorium, hingga farmasi. Perusahaan ini berhasil menghimpun pendanaan hingga USD145 juta dalam lima tahun pertama operasinya.

Berbagai startup tersebut menunjukkan beragam peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi. Mulai dari transportasi dan perdagangan elektronik hingga kesehatan, perusahaan rintisan dapat tumbuh dengan menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan setiap startup Indonesia juga bergantung pada kemampuan perusahaan mengembangkan layanan, memperluas pasar, dan mempertahankan kepercayaan pengguna. (Natasya Dwi Putri)

(Eko Nordiansyah)