Bupati Bulungan Syarwani menerima penghargaan dari BRIN atas inisiatif pemerintah daerah dalam mempersiapkan pembangunan kawasan konservasi keanekaragaman hayati (Foto:Dok.Pemkab Bulungan)
Kebun Raya Bundayati Jadi Perhatian BRIN, Bupati Syarwani Terima Penghargaan
Rosa Anggreati • 4 November 2026 09:33
Jakarta: Komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dalam mengembangkan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bupati Bulungan Syarwani menerima penghargaan atas inisiatif pemerintah daerah dalam mempersiapkan pembangunan kawasan konservasi keanekaragaman hayati tersebut.
Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia yang digelar Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah untuk mendukung pembangunan kebun raya.
Syarwani mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
“Pembangunan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor bukan hanya tentang menyediakan ruang terbuka hijau, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan, penelitian, serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” kata Syarwani.
Menurut dia, Bulungan memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga. Karena itu, pengembangan Kebun Raya Bundayati diharapkan tidak berhenti sebagai kawasan terbuka hijau, tetapi juga berkembang menjadi pusat konservasi, edukasi, dan penelitian.
Pemerintah Kabupaten Bulungan, kata Syarwani, akan terus membangun sinergi dengan BRIN dan berbagai pihak terkait agar pengembangan kebun raya dapat dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan.
.jpeg)
(Foto:Dok.Pemkab Bulungan)
Selain memiliki fungsi ekologis, kawasan Bundayati juga diarahkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Syarwani pun menilai keberadaan kawasan tersebut dapat mendukung aktivitas olahraga sekaligus menjadi ruang interaksi sosial bagi warga. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, memelihara, dan merawat kawasan Bundayati ini agar bisa kita manfaatkan bersama untuk olahraga dan silaturahmi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan juga berupaya menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian kawasan.
Syarwani mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah merawat fasilitas yang telah dibangun. Sebab, keberlanjutan fungsi Kebun Raya Bundayati tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi warga.
Melalui pengembangan kawasan ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap Bundayati dapat menjadi ruang publik yang memiliki fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat.

(Foto:Dok.Pemkab Bulungan)
Tak hanya menerima penghargaan, Bupati Bulungan, Syarwani, juga hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia yang diselenggarakan BRIN pada 3 November 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Strengthening the Role of Botanical Gardens in Biodiversity Conservation” atau penguatan peran kebun raya dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Kehadiran Bupati Syarwani sebagai narasumber menjadi bagian penting dalam forum tersebut untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan pandangan terkait pengelolaan lingkungan hidup serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan turut menyampaikan komitmen dan pengalaman daerah dalam mengembangkan Kebun Raya Bundayati sebagai kawasan konservasi yang tidak hanya berfungsi menjaga kekayaan hayati, tetapi juga mendukung pendidikan, penelitian, dan keberlanjutan lingkungan.