Pusat Bahasa Mandarin Priangan Resmi Dibuka di Kota Bandung

Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan resmi dibuka di Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia, Kota Bandung. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)

Pusat Bahasa Mandarin Priangan Resmi Dibuka di Kota Bandung

P Aditya Prakasa • 6 November 2026 15:26

Bandung: Persahabatan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok semakin kokoh. Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan resmi dibuka di Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia, Kota Bandung, Kamis, 5 November 2026.

Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie, hadir langsung meresmikan pusat tersebut. Ia berharap pusat ini menjadi jembatan budaya bagi kedua negara.

"Saya sangat gembira bisa menyaksikan peresmian ini. Saya berharap pendidikan bahasa Mandarin serta kebudayaan Tiongkok dan Indonesia bisa berkembang bersama," ujar Zheng Jie.


Fasilitas edukasi modern ini merupakan hibah dari Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia. Pengelolaannya kemudian dipercayakan kepada Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP).

Zheng menegaskan, pusat ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Pelajar, mahasiswa, pekerja, ASN, hingga warga negara Tiongkok di Bandung dipersilakan mendaftar.

"Pusat ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar bahasa Mandarin. Ini adalah salah satu tujuan Kedutaan Besar Tiongkok, yaitu mendorong pendidikan bahasa Mandarin berkembang bersama Indonesia," katanya.

Terkait nama Priangan, Zheng menjelaskan penamaan itu merujuk pada identitas wilayah Jawa Barat. "Nama Priangan berkaitan dengan Bandung dan Jawa Barat, untuk mempertegas identitas dan tanggung jawab penyelenggara, yaitu Yayasan Dana Sosial Priangan," jelasnya.


Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut hangat peresmian tersebut. Menurutnya, pusat ini memperkaya khazanah intelektual warga sekaligus mempererat diplomasi non-formal.

"Kita harapkan ini menjadi salah satu pusat keberagaman, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan," ujar Farhan.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa).

Farhan menilai penguasaan bahasa Mandarin penting untuk daya saing global. Jalur diplomasi people-to-people ini dinilai lebih efektif menjalin persahabatan.

"Diplomasi ini bukan jalur formal, tetapi insyaallah akan lebih efektif dalam menjalin persahabatan warga Bandung dengan warga di Tiongkok, terlebih Bandung memiliki hubungan baik dengan sejumlah sister city di Tiongkok," ucapnya.

Farhan juga berharap Kementerian Perhubungan segera mengizinkan kembali rute penerbangan langsung internasional ke Bandara Husein Sastranegara untuk mendongkrak wisatawan dan pertukaran antarbangsa.

Koordinator Kegiatan MTP YDSP, Herman Widjaja, menjelaskan pusat ini menerapkan model pengajaran mutakhir berbasis daring. Metode tersebut dipadukan dengan pendampingan langsung dari instruktur profesional.

Pembelajaran berlangsung tiga jam per sesi, terdiri dari dua jam sistem digital daring dan satu jam pendampingan interaktif oleh pengajar. Kelas dijadwalkan tiga kali sepekan dengan biaya terjangkau.

"Mudah-mudahan melalui ini kita bisa mempererat pembauran. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk belajar di sini, baik mahasiswa, pengusaha, maupun pekerja. Ini menjadi modal kita untuk berkomunikasi dalam perdagangan," harap Herman.

(Silvana Febiari)