Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Pertamina: Produksi Dalam Negeri Jadi Kunci Penyerapan Tenaga Kerja Muda
Husen Miftahudin • 29 October 2026 10:46
Jakarta: Produksi dalam negeri dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja muda di Indonesia. Penguatan kemampuan memproduksi berbagai barang di dalam negeri dinilai penting untuk menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, lulusan baru atau fresh graduate membutuhkan waktu sekitar 16 hingga 24 bulan untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penguatan produksi domestik melalui orkestrasi nasional dalam pengembangan teknologi.
"Karena kunci penyerapan tenaga kerja bagi generasi muda, saya pikir adalah membuat sesuatu di Indonesia. Karena sekarang, waktu untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia bagi para lulusan baru agak mengkhawatirkan, yaitu sekitar 16 hingga 24 bulan. Artinya, lulusan baru menghabiskan hampir dua tahun untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi, kita perlu memproduksi lebih banyak hal di Indonesia dengan orkestrasi," ucap Oki dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Oki menjelaskan, upaya memperluas lapangan kerja bagi generasi muda perlu berjalan seiring dengan kemampuan Indonesia menghasilkan lebih banyak produk di dalam negeri. Menurut dia, pengembangan teknologi perlu diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan nasional, termasuk di sektor farmasi dan energi.

(Ilustrasi Gedung Pertamina. Foto: dok Pertamina)
Orkestrasi teknologi untuk perkuat industri nasional
Oki menyoroti pentingnya orkestrasi nasional dalam pengembangan teknologi agar Indonesia dapat membangun kemampuan produksi sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Upaya tersebut juga perlu didukung kolaborasi untuk memperkuat pengembangan teknologi di berbagai sektor.
"Kita perlu memiliki orkestrasi-orkestrasi nasional sedemikian rupa sehingga orkestrasi ini akan memberi kita teknologi baru yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, baik itu di bidang farmasi maupun di bidang energi bagi kita. Dan pada dasarnya, kita dapat menghasilkan berbagai hal di Indonesia," ucap dia.
Ia mencontohkan persaingan antarnegara dalam mengembangkan ekosistem industri dan teknologi. Menurut Oki, Tiongkok berupaya menjadi pemimpin dalam ekosistem kendaraan listrik, termasuk produksi baterai dan kendaraan. Sementara itu, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman berupaya mempertahankan keunggulan dalam teknologi mesin pembakaran internal.
Persaingan tersebut, menurut Oki, berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja di dalam ekosistem industri masing-masing negara. Karena itu, Indonesia perlu mengembangkan orkestrasi nasional agar pengembangan teknologi dapat mendukung kebutuhan domestik sekaligus memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.