PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Netanyahu Dikabarkan Diam-diam Bertemu Presiden UEA di Abu Dhabi
Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 09:20
Abu Dhabi: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan diam-diam bertemu Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dalam kunjungan ke Abu Dhabi.
Pemerintah UEA belum segera memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Menurut laporan media Israel, Channel 12, Minggu, 27 September 2026, Netanyahu terbang ke ibu kota UEA menggunakan pesawat pribadi dan bertemu dengan Sheikh Mohamed sebelum menghabiskan hari di Abu Dhabi.
Sementara itu, penyiar publik Israel KAN melaporkan kantor Netanyahu tidak mengumumkan kunjungan tersebut.
“Kunjungan itu berlangsung di tengah kontroversi terkait sejumlah pengungkapan media mengenai peringatan intelijen yang diduga diterima Netanyahu sebelum serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Hamas,” sebut laporan KAN, dikutip dari Anadolu, Senin, 28 September 2026
The New York Times pada Jumat melaporkan Netanyahu menerima peringatan rahasia dari Presiden UEA sebelum serangan Hamas tersebut, tetapi tidak meneruskannya kepada para kepala keamanan Israel.
Gunakan Pesawat Pribadi
KAN melaporkan Netanyahu bepergian menggunakan pesawat pribadi milik seorang pengusaha Israel yang tidak disebutkan namanya. Pesawat tersebut digunakan sejumlah pejabat senior Israel untuk perjalanan internasional.Menurut laporan KAN, pesawat berangkat dari Bandara Ben Gurion pada sore hari dan mendarat di Abu Dhabi pukul 15.10 GMT.
Pesawat tersebut kemudian meninggalkan Abu Dhabi pada pukul 19.10 GMT, sekitar empat jam setelah kedatangan, dan mendarat di Israel tidak lama setelah pukul 22.00 GMT.
KAN juga mengatakan Netanyahu pernah menggunakan pesawat yang sama untuk melakukan perjalanan ke Abu Dhabi selama perang dengan Iran.
Sementara itu, surat kabar The National yang berbasis di Abu Dhabi mengutip sumber pejabat UEA yang tidak disebutkan namanya. Sumber tersebut mengatakan UEA membahas masalah keamanan dengan negara lain melalui badan-badan terkait, “bukan pada tingkat kepala negara”.
Netanyahu memimpin pemerintahan Israel saat ini sejak akhir 2022.
Pada 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.
Menurut data yang dicantumkan dalam laporan tersebut, perang Israel di Gaza sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak, sementara sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
Baca juga: Ratusan Warga Israel Demo Netanyahu, Soroti Peringatan Serangan 7 Oktober Hamas