Profil Dato' Sri Tahir, dari Pengusaha Jadi Anggota Wantimpres RI

Dato' Sri Tahir dalam Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Profil Dato' Sri Tahir, dari Pengusaha Jadi Anggota Wantimpres RI

Husen Miftahudin • 2 October 2026 15:57

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memilih Dato' Sri Tahir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Tahir dilantik bersama sejumlah anggota Wantimpres RI lainnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dato' Sri Tahir merupakan salah satu pengusaha nasional yang dikenal sebagai pendiri Mayapada Group. Ia lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952 dengan nama Tahir.

Berdasarkan profil resmi yang dinukil dari laman resmi Bank Mayapada, Tahir merupakan pendiri sekaligus Chairman dan CEO Mayapada Group serta pendiri dan pemegang saham pengendali PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

Sebelum memasuki dunia pemerintahan, kiprah Tahir banyak berkembang melalui sektor usaha. Mayapada Group memiliki bisnis yang mencakup sektor keuangan, kesehatan, media, properti, hingga sejumlah bidang lainnya.

Forbes juga mencatat Tahir sebagai pendiri Mayapada Group yang memiliki kepentingan bisnis di sektor perbankan, kesehatan, media, dan properti.
 

 

Pendidikan Dato' Sri Tahir


Tahir menempuh pendidikan sarjana di Nanyang University pada 1976. Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Golden Gate University pada 1987.

Selain pendidikan bisnis, Tahir menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Studi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada pada 2019. Riwayat pendidikan tersebut tercantum dalam profil resmi Dewan Pertimbangan Presiden.

Perjalanan bisnis Tahir berkembang sejak awal 1980-an. Profil Tahir Foundation menyebut Tahir memiliki pengalaman di sejumlah bidang usaha, termasuk perbankan, tekstil, dan otomotif.

Dalam perkembangannya, Mayapada Group memperluas kegiatan usaha ke sektor perbankan, asuransi, layanan kesehatan, ritel, pengembangan properti, dan media. Tahir Foundation menyebut Bank Mayapada sebagai salah satu bisnis utama dalam kelompok usaha tersebut.

Bank Mayapada juga mencatat Tahir sebagai pendiri, Chairman & CEO Mayapada Group serta pendiri dan pemegang saham pengendali Bank Mayapada. Ia kembali diangkat sebagai Komisaris Utama Bank Mayapada berdasarkan keputusan RUPS pada 2 Januari 2025.


(Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
 

Aktif di bidang filantropi


Selain dunia usaha, Tahir dikenal melalui aktivitas filantropinya. Ia mendirikan Tahir Foundation yang bergerak di bidang sosial, terutama untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Tahir Foundation menyebut lembaga tersebut memiliki misi meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia dengan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan, khususnya bagi kelompok yang menghadapi hambatan dalam memperoleh layanan tersebut.

Aktivitas sosial Tahir juga tercatat dalam sejumlah program kemanusiaan. Pada 2020, misalnya, ia memberikan bantuan sebesar Rp52 miliar untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk uang tunai, voucher belanja, serta alat kesehatan.

Tahir juga tercatat memberikan donasi sebesar Rp10 miliar melalui Tahir Foundation untuk mendukung respons kemanusiaan UNICEF di Afghanistan pada 2021.

(Husen Miftahudin)