Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Kemendikbud Produksi 20 Film Kepahlawanan Periode Perjuangan 1945–1950
Metro TV • 1 October 2026 17:48
Jakarta: Kementerian Kebudayaan resmi memulai produksi 20 karya film kepahlawanan terpilih. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan kontrak kerja sama di Graha Utama Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
“Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar proses administratif, tapi komitmen bersama menghadirkan film kepahlawanan yang berkualitas menyeluruh, baik dari sisi artistik, sinematik, maupun skenario,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Fadli menjelaskan program produksi film narasi ini berfokus pada dinamika peristiwa sejarah di periode 1945–1950. Periode krusial pascaproklamasi kemerdekaan tersebut dinilai sarat akan nilai perjuangan yang penting untuk divisualisasikan.
“Bagaimana sejarah ini bisa lebih mudah divisualisasikan, diceritakan, dinarasikan, dan terutama yang paling baik itu adalah melalui film. Sejarah ‘45 dan ‘50 ini berbagai perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tapi kalau tidak dinarasikan atau dibuatkan film, mungkin sedikit saja orang yang akan tahu,” tutur Fadli.
Kementerian Kebudayaan resmi memulai produksi 20 karya film kepahlawanan terpilih melalui penandatanganan kontrak kerja sama di Graha Utama Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Adapun 20 karya sinema yang diproduksi terdiri atas 7 film panjang dan 13 film pendek. Seluruh karya tersebut telah lolos proses kurasi, seleksi, serta verifikasi ketat oleh dewan juri, sejarawan, akademisi, hingga praktisi perfilman.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus menjadikan sinema sebagai media pengokoh ingatan sejarah bangsa. Karya-karya film tersebut nantinya diproyeksikan tayang di bioskop, platform digital, lingkungan sekolah, hingga ajang festival film internasional.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)