DLH DKI Gencarkan Pengelolaan Sampah dari Hulu

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Purwanti Suryandari. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

DLH DKI Gencarkan Pengelolaan Sampah dari Hulu

Metro TV • 28 September 2026 13:47

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI bersama mitra kolaborator meluncurkan Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06 Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 28 September 2026. Program ini dihadirkan sebagai upaya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Semangat dari kebijakan ini adalah mendorong pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan perlu dipilah dan dikelola sesuai jenisnya,” ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, di Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Program ini merupakan langkah konkret tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Melalui skema ini, DLH menggandeng pihak swasta dan relawan untuk mengoptimalkan sarana pengolahan sampah serta membantu pelaksanaan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat.

“Srengseng dipilih karena tingkat pemilihan sampahnya masih rendah. Untuk itu, kita butuh sistem yang berjalan nyata di lapangan, didukung dengan fasilitas dan edukasi yang memadai,” ujar Purwanti.

Ilustrasi pilah sampah. Foto: dok. MI.

Melalui project ini, sebanyak lebih dari 400 rumah rumah tangga di RW 06 Srengseng mendapat edukasi secara door to door dari para relawan. Edukasi langsung dari rumah ke rumah ini penting untuk memastikan warga memahami cara memilah sampah sejak dari sumber hingga proses pengolahannya.

Purwanti berharap Pilot Project di Srengseng Sawah ini, tidak berhenti sekadar sebagai kegiatan percontohan, melainkan dapat menjadi proses pembelajaran bersama bagi seluruh pihak. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengevaluasi hal yang telah berjalan baik maupun yang perlu diperbaiki agar modelnya siap diterapkan di wilayah lain.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Siti Yona Hukmana)