Ilustrasi kekeringan. Dok. Medcom
Kekeringan Meluas, Status Siaga Darurat Kulon Progo Diperpanjang
Ahmad Mustaqim • 29 September 2026 13:37
Kulon Progo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah wilayah terdampak kekeringan meluas ke dua kecamatan tambahan.
Sebelumnya, kekeringan melanda Kecamatan Girimulyo, Kokap, Panjatan, Pengasih, dan Samigaluh. Kini, dampak kemarau juga dirasakan warga di Kecamatan Kalibawang dan Temon.
"Perpanjangan status Siaga Darurat Kekeringan berlaku 31 Desember," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada, Selasa, 29 September 2026.
Perpanjangan status tersebut mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan kondisi kemarau masih berlangsung hingga penghujung 2026.
Di sisi lain, wilayah yang terdampak kemarau membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan data BPBD Kulon Progo, distribusi bantuan air bersih telah menjangkau 107 titik yang tersebar di 64 padukuhan dan 23 kalurahan.
Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 367 tangki air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama periode kemarau.
"Total volume bantuan air bersih sudah sekitar 1,8 juta liter air terdiri dari 2.312 KK dan 5.752 jiwa," kata Setiawan.
Dua kecamatan yang baru masuk dalam wilayah terdampak kekeringan juga telah memperoleh pasokan bantuan air bersih. Sejumlah titik distribusi berada di lokasi yang memiliki akses sulit sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam penyaluran bantuan.

Ilustrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/agr
Data BPBD per 23 September 2026 sebelumnya mencatat bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 343 tangki dengan volume 1,715 juta liter kepada 2.007 kepala keluarga atau 4.900 jiwa di tujuh kapanewon, 23 kalurahan, 64 padukuhan, dan 91 titik distribusi. Penyaluran bantuan kemudian terus bertambah seiring meluasnya wilayah terdampak.
Kondisi kekeringan di DIY masih menjadi perhatian. Pemantauan BMKG hingga dasarian kedua September 2026 menunjukkan hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang hingga ekstrem masih terdapat di sejumlah wilayah Jawa, termasuk DIY.
BMKG juga memasukkan seluruh kabupaten/kota di DIY, termasuk Kulon Progo, dalam wilayah dengan peringatan dini kekeringan meteorologis kategori awas pada dasarian ketiga September 2026.
Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan dalam penanganan kekeringan di Kulon Progo. Pemerintah daerah melalui BPBD masih menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau berlangsung.