Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto. Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Sekda DKI: Festival Cilung jadi Sarana Edukasi Pilah Sampah dari Rumah
Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 14:47
Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggelar Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Minggu, 18 Oktober 2026. Festival ini dinilai menjadi sarana edukasi untuk mendekatkan pesan kepedulian lingkungan kepada masyarakat.
“Festival Cilung menjadi salah satu wujud nyata edukasi kepada masyarakat, sampah dapat dipilah dan diolah menjadi karya kreatif yang menarik,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto melalui keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2026.
Festival Cilung 2026 melibatkan 43 perahu dari botol plastik dan barang bekas buatan Pasukan Oranye DLH. Uus menilai kreativitas petugas menunjukkan barang yang dibuang masih dapat dimanfaatkan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggelar Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Minggu, 18 Oktober 2026. Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Uus mengatakan kerja petugas dalam menjaga kebersihan badan air perlu diperkuat dengan kebiasaan masyarakat memilah sampah. Masyarakat dapat membantu kebersihan lingkungan sekaligus mendukung penanganan yang dilakukan setiap hari dengan mencegah sampah masuk ke sungai dan danau.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengubah pola pengelolaan sampah dari kumpul, angkut, dan buang menjadi pilah, angkut, serta olah. Lewat Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, pemilahan didorong menjadi kebiasaan bersama, sehingga sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya berupa residu.
Uus juga berharap pengalaman belajar lewat Festival Cilung 2026 dapat menumbuhkan kepedulian yang berlanjut, terutama bagi kehidupan sehari-hari dan generasi muda.
“Kami berharap Festival Cilung dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya anak-anak, agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak dini,” ujar Uus.
(Arini Noviawati Gunawan)