Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Anadolu
Zelensky Tolak Tuntutan Trump Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
Muhammad Reyhansyah • 16 October 2026 13:11
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya tidak lagi akan mematuhi tuntutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.
Pernyataan itu disampaikan di tengah memburuknya hubungan Kyiv dan Washington terkait kesepakatan AS-Rusia mengenai pasokan minyak diesel.
“Pembatasan (serangan terhadap kilang minyak) sudah dicabut. Kami sudah selesai,” kata Zelensky kepada Financial Times dalam wawancara yang diterbitkan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Hubungan Ukraina dan AS memburuk sejak Trump melonggarkan sanksi terhadap Rusia pekan lalu sebagai imbalan atas pasokan diesel dalam jumlah besar dari Moskow ke pasar global.
Zelensky menyebut kesepakatan tersebut sebagai “keputusan yang lemah” karena dinilai akan mendorong Rusia memperpanjang perang. Sejumlah sekutu Eropa juga mengkritik kesepakatan itu.
Trump sebelumnya menyalahkan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia atas kenaikan harga diesel. Pada Sabtu, ia bahkan menyatakan bahwa “sudah waktunya Ukraina memiliki presiden baru”.
Trump kemudian mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina secara mendadak pada Minggu. Namun, Zelensky mengatakan dirinya tidak mengetahui pengumuman tersebut.
Dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan pada Rabu, Zelensky mengakui merasa “dikhianati” oleh kesepakatan minyak diesel tersebut.
“Rasanya menyakitkan ketika Presiden Trump memilih satu pihak, bukan pihak kami,” kata Zelensky, dikutip dari TRT World, Jumat, 16 Oktober 2026.
“Menurut saya, para penasihatnya keliru. Ini bukan pihak yang benar dalam sejarah,” lanjut Zelensky.
Sejak 2022, Rusia berulang kali menyerang infrastruktur energi Ukraina hingga menyebabkan kekurangan pasokan listrik dan pemanas. Sementara itu, Ukraina menargetkan kilang minyak Rusia yang menurut Kyiv membantu membiayai perang.
Zelensky Bertemu Kepala NATO
Setelah bertemu Zelensky di Brussel pada Kamis, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan keduanya membahas “penerapan gencatan senjata energi serta dukungan berkelanjutan dari sekutu NATO untuk Ukraina”.Namun, Zelensky tidak menyebut gencatan senjata dalam keterangannya mengenai pertemuan tersebut di platform X.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuduh Ukraina merusak upaya perdamaian AS. Tuduhan itu disampaikan setelah otoritas Rusia melaporkan serangan drone yang memicu kebakaran di sebuah kilang minyak di selatan Moskow.
Pembatasan Starshield Picu Kemarahan
Ketegangan juga meningkat akibat pembatasan pada sistem satelit Starshield yang dikendalikan AS. Ukraina menggunakan sistem tersebut untuk mendeteksi serangan Rusia dan mengoordinasikan operasi di medan perang.
Pejabat pertahanan mengonfirmasi bahwa AS telah mengancam akan menghentikan berbagi intelijen jika Ukraina terus melancarkan serangan jarak jauh terhadap kilang minyak Rusia. Sejumlah pejabat juga melaporkan penurunan kecepatan Starshield pada Rabu yang berdampak pada konektivitas.
Rudal balistik menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Selasa dan Rabu malam sebelum sirene serangan udara sempat memperingatkan warga untuk berlindung.
Kepala SpaceX Elon Musk membantah perusahaannya bertanggung jawab atas gangguan tersebut.
“Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS,” kata Musk.
Ia menambahkan bahwa setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh presiden AS, merujuk kepada Trump.