Kepala BNPB Tegaskan Karhutla dan Bencana Lain Harus Direspons Hitungan Menit

Kepala BNPB Kristomei Sianturi. Foto: Antara.

Kepala BNPB Tegaskan Karhutla dan Bencana Lain Harus Direspons Hitungan Menit

Anggi Tondi Martaon • 15 October 2026 18:48

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Kristomei Sianturi menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secepat mungkin. Komitmen tersebut dibuat untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

"Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi, jangan sampai, karena kan rakyat sudah berdampak," kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Dia menegaskan respons terhadap bencana harus dilakukan dalam hitungan menit, bukan jam. Sehingga, penanganan dapat segera dilakukan dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Jadi, kita harus itu yang akan kita evaluasi ke depan ya, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia," ungkap Kristomei.
 


Sebagai langkah awal, Kristomei mengatakan segera meninjau langsung lokasi karhutla setelah konsolidasi internal dengan jajaran BNPB. Peninjauan perlu dipersiapkan bersama staf agar penanganan di lapangan dapat berjalan dengan baik.

"Segera. Kan tadi saya bilang hitungannya menit, bukan jam," tegas Kristomei.

Kristomei mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena BNPB tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Terkait kemungkinan penggunaan bantuan dari luar negeri, dia mengatakan BNPB akan terlebih dahulu memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sehingga, diketahui kebutuhan dukungan tambahan.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Antara.

Kristomei juga berencana memeriksa data luas karhutla berdasarkan pemantauan satelit Sipongi dan NASA untuk mengetahui luasan kebakaran serta dampaknya. "Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa? Gitu," ujar Kristomei.

Kristomei menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, termasuk karhutla.

"Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu loh yang pertama," ujar Kristomei.

(Anggi Tondi)