43 Saham Indonesia Tercatat di Indeks MSCI, Ini Daftarnya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

43 Saham Indonesia Tercatat di Indeks MSCI, Ini Daftarnya

Eko Nordiansyah • 18 October 2026 18:20

Jakarta: Perusahaan penyedia indeks pasar saham global asal Amerika Serikat, Morgan Stanley Capital International (MSCI), belakangan ini menjadi perbincangan. Pasalnya, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan status klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

Usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan akhir mengenai usulan reklasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027.

Melansir laman resmi MSCI, Standalone Market merupakan kategori klasifikasi pasar saham yang berdiri sendiri dalam kerangka klasifikasi MSCI. Kategori ini berbeda dari Developed Market (pasar maju), Emerging Market (pasar berkembang), dan Frontier Market (pasar perintis). Perubahan status klasifikasi dapat memengaruhi cara pasar saham suatu negara dipetakan dalam indeks global MSCI.

MSCI mengelompokkan pasar saham berdasarkan sejumlah kriteria, seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, dan aksesibilitas bagi investor asing. Klasifikasi ini menjadi acuan investor untuk membandingkan pasar saham antarnegara dan menentukan alokasi investasi.

Keputusan klasifikasi MSCI juga dapat memengaruhi alokasi portofolio dan aktivitas perdagangan saat peninjauan indeks. Investor yang mengikuti indeks MSCI berpotensi menyesuaikan transaksi sesuai perubahan komposisi indeks, sehingga memengaruhi volume perdagangan dan biaya transaksi.

Meski demikian, perubahan klasifikasi tidak serta-merta menjamin kenaikan atau penurunan harga saham. Dampaknya bergantung pada respons investor, perubahan komposisi indeks, kondisi likuiditas, serta faktor pasar lainnya. Bagi bursa efek, regulator, dan pembuat kebijakan, klasifikasi MSCI juga dapat menjadi salah satu acuan untuk mengevaluasi perkembangan pasar modal.

Daftar saham Indonesia yang tercantum dalam indeks MSCI

Adapun sejumlah saham Indonesia tercatat dalam berbagai indeks yang dikelola MSCI. Berdasarkan peninjauan indeks Agustus 2026, saham-saham tersebut terbagi ke dalam beberapa segmen, termasuk MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

MSCI Global Standard Index umumnya mencakup saham dengan kapitalisasi pasar besar yang memenuhi persyaratan metodologi indeks. Sementara itu, MSCI Global Small Cap Index mencakup saham dengan kapitalisasi pasar lebih kecil yang memenuhi kriteria kelayakan MSCI.

Saham-saham Indonesia yang masuk dalam MSCI Global Standard Index antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Selain kedua emiten perbankan tersebut, terdapat sejumlah perusahaan dari sektor lain yang tercantum dalam indeks.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Berikut daftar saham Indonesia yang masuk dalam MSCI Global Standard Index berdasarkan hasil peninjauan indeks Agustus 2026, merujuk pada pengumuman resmi MSCI.

9 Saham MSCI Global Standard Index

  • PT Astra International Tbk (ASII).
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
  • PT United Tractors Tbk (UNTR).

Saham MSCI Global Small Cap Index

Selain saham-saham dalam segmen Global Standard, sejumlah emiten Indonesia juga tercantum dalam MSCI Global Small Cap Index. Berikut daftar saham yang kamu himpun untuk segmen tersebut:
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
  • PT Avia Avian Tbk (AVIA).
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
  • PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
  • PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA).
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
  • PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
  • PT Petrosea Tbk (PTRO).
  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Daftar tersebut mengacu pada komposisi indeks MSCI periode Agustus 2026. MSCI kemudian mengumumkan konsultasi mengenai usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia pada 15 Oktober 2026. Hingga keputusan final diumumkan, usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)