Ilustrasi gadget. Foto: Asani.co.id
Asuransi Gadget Mulai Dibidik untuk Menjangkau Gen Z
Husen Miftahudin • 20 October 2026 19:42
Jakarta: Industri asuransi mulai mengembangkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda termasuk generasi Z (gen Z) melalui perlindungan kesehatan dan kecelakaan hingga asuransi gadget. Langkah ini dilakukan seiring perubahan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial di tengah berbagai risiko kehidupan.
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara mengatakan, industri asuransi perlu terus bertransformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda. Transformasi tersebut mencakup penguatan kemampuan sumber daya manusia dan sistem di industri asuransi.
Menurut dia, generasi muda kini mulai mempertimbangkan manfaat asuransi sebagai bagian dari kebutuhan mereka, termasuk ketika mencari pekerjaan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam cara generasi muda memandang perlindungan asuransi.
Yulius menilai, kebutuhan terhadap perlindungan finansial semakin terlihat sejak pandemi covid-19. Menurut dia, pandemi membuka kesadaran bahwa setiap orang akan menghadapi risiko, sementara kemampuan finansial untuk menghadapi risiko tersebut tidak selalu tersedia.
(Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
Asuransi gadget jadi salah satu incaran gen Z
Yulius mengatakan, produk asuransi kesehatan dan kecelakaan masih menjadi jenis perlindungan yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, industri juga mulai mengembangkan produk dengan cakupan lebih spesifik, termasuk asuransi perangkat elektronik atau gadget.
"Sekarang kesehatan sudah pasti, kesehatan, kecelakaan, dan yang sekarang kita lagi pengembangan yang kecil-kecil memang seperti personal fiber, gadget insurance, segala macam," ucap Yulius dalam Konferensi Pers Rangkaian Hari Asuransi 2026 di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menilai, gadget kini memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlindungan terhadap perangkat tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan produk asuransi. Risiko kerusakan atau kejadian yang menimpa perangkat elektronik dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk memiliki perlindungan tambahan.