Indonesia dan UEA membahas penguatan investasi, perdagangan, dan ketahanan ekonomi melalui IUAE-CEPA. (KBRI Abu Dhabi)
RI–UEA Dorong Penguatan Investasi dan Perdagangan lewat Economic Dialogue 2026
Muhammad Reyhansyah • 3 October 2026 13:25
Abu Dhabi: Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) mendorong penguatan kerja sama ekonomi, khususnya di bidang investasi dan perdagangan, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Upaya tersebut dibahas dalam Indonesia–UAE Economic Dialogue 2026 yang digelar di InterContinental Abu Dhabi, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, serta Emirates Center for Strategic Studies and Research (ECSSR) itu mengangkat tema “From CEPA to Resilience: Strengthening Indonesia–UAE Economic Partnership Amid Global Uncertainty”.
Forum tersebut mempertemukan pejabat pemerintah, pakar kebijakan, lembaga investasi berdaulat, perusahaan, serta pelaku usaha dari kedua negara. Pembahasan diarahkan pada langkah-langkah untuk memperdalam kemitraan bilateral, terutama setelah berlakunya Indonesia–UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya menjaga momentum hubungan ekonomi kedua negara setelah implementasi IUAE-CEPA.
“Ketahanan ekonomi dan kemitraan jangka panjang semakin diperlukan seiring perubahan dinamika geopolitik dan perekonomian global,” kata Judha dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sementara itu, Assistant Undersecretary for Foreign Trade Proactiveness & Readiness Sector pada Ministry of Foreign Trade UEA, Ayoub Abdulmalik Ahli, menilai kerja sama ekonomi Indonesia dan UEA semakin strategis.
Ia menyoroti peran IUAE-CEPA dalam memperkuat konektivitas perdagangan, mendorong arus investasi, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi sektor swasta kedua negara.
Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo turut memaparkan prioritas Indonesia dalam menarik investasi berkualitas dan mempercepat hilirisasi industri.
Cahyo juga menekankan posisi IUAE-CEPA sebagai salah satu platform untuk memperluas perdagangan dan investasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Bahas Investasi Strategis
Pembahasan mengenai investasi menjadi salah satu agenda utama dalam forum tersebut melalui sesi bertajuk “Mobilizing Strategic Investment: Building a Future-Oriented Indonesia–UAE Economic Partnership”.Sesi ini menghadirkan Executive Director CSIS Indonesia Yose Rizal Damuri, Senior Research Fellow Anwar Gargash Diplomatic Academy Damyana Bakardzhieva, Chairman of the Board of Directors sekaligus Chief Executive Officer Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, serta Vice President Procurement Damac Digital Philip Smallman.
Dimoderatori Advisor–Institutional Investment & Economic Strategy Abdallah Almansoori, diskusi menyoroti peluang investasi strategis dan kemitraan investasi berdaulat. Transformasi digital, pembangunan infrastruktur, serta peran investor institusional dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–UEA turut menjadi bahasan.
Perkuat Kemitraan Perdagangan
Adapun sesi kedua mengangkat tema “Strategic Trade Partnership under IUAE-CEPA: Navigating Global Uncertainty and Unlocking New Opportunities”.Diskusi tersebut menghadirkan Riandy Laksono dari CSIS Indonesia, Rawia Alblooshi dari ECSSR, SVP Region MEAE Borouge Khalfan AlMuhairi, serta EVP–Middle East Representative Samudera Shipping Line Ltd. Rizky HW Bahanadewa.
Sesi yang dimoderatori Peneliti Department of International Relations CSIS Indonesia Farhan Julianto itu membahas pemanfaatan IUAE-CEPA secara lebih optimal untuk meningkatkan perdagangan bilateral.
Selain itu, para peserta mendiskusikan upaya memperkuat ketahanan rantai pasok, melakukan diversifikasi pasar, dan membuka peluang bisnis baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Salah satu pesan yang mengemuka dalam dialog tersebut ialah perlunya mendorong kerja sama dari sekadar akses pasar menuju implementasi yang lebih konkret.
Untuk itu, penguatan fasilitasi investasi, kerja sama regulasi, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan sektor swasta dinilai penting agar peluang yang tercipta melalui IUAE-CEPA dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan investor kedua negara.
Menutup kegiatan, Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Abu Dhabi Nova Herlangga Masrie menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan di UEA.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pemikir, investor, dan sektor swasta agar pembahasan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi berbagai inisiatif konkret.
Indonesia–UAE Economic Dialogue 2026 menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat kemitraan ekonomi yang tangguh dan berorientasi ke depan, sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia melalui IUAE-CEPA untuk menghadapi tantangan ekonomi regional maupun global.
Baca juga: Kerja Sama Indonesia–UEA Masuki Babak Baru, Investasi Siap Digenjot