Kabut asap menyelimuti udara Kota Ambon. (ANTARA/HO-Warga)
Asap Tipis Selimuti Maluku, BMKG Catat 12 Titik Panas
Lukman Diah Sari • 5 October 2026 21:14
Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Maluku pada 3 Oktober 2026. BMKG juga memperkirakan potensi asap berkategori sedang dalam tiga hari ke depan.
"Panas tersebut terdeteksi di sejumlah wilayah Maluku, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Buru Selatan," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, di Ambon, Senin, 5 Oktober 2026, melansir Antara.
Selain titik panas, BMKG mengamati adanya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku selama sepekan terakhir dengan jarak pandang berkisar antara 5 hingga 9 kilometer.
Berdasarkan arah angin yang bertiup dari timur hingga barat laut serta pantauan satelit Himawari-9 SM, sebaran asap yang masuk ke wilayah Maluku diprakirakan berasal dari Papua dan sebagian kecil dari Pulau Buru serta Pulau Seram.
BMKG memprakirakan potensi asap dengan kategori sedang dalam tiga hari ke depan di Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar bagian utara.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih.

Ilustrasi. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/Akhmad Dian Noor)
Masyarakat juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap terasa pekat. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
BMKG turut mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan agar mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang secara signifikan akibat sebaran asap.
"Masyarakat diimbau terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi asap melalui BMKG serta instansi terkait sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkasnya.