Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)
Enam Kecamatan di Lebak Rawan Longsor saat Peralihan Musim
Metro TV • 8 October 2026 14:15
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan masyarakat di enam kecamatan mewaspadai potensi tanah longsor saat peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Enam kecamatan tersebut yakni Sobang, Muncang, Lebak Gedong, Cibeber, Cigemblong, dan Bojongmanik.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan potensi longsor perlu diwaspadai karena kondisi tanah setelah musim kemarau dapat menjadi rentan ketika kembali menerima curah hujan.
"Potensi longsor tentunya ada, di daerah-daerah perbukitan yang memiliki lereng. Begitu kena air pasca-kemarau biasanya langsung longsor," kata Febby di Lebak, Kamis, 8 Oktober 2026.
Selain longsor, BPBD Lebak juga mewaspadai potensi banjir genangan, terutama di wilayah perkotaan. Hujan pada masa pancaroba cenderung turun secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi.
"Untuk banjir genangan terutama di perkotaan karena sifat hujannya di pancaroba ini hujan terjadi secara tiba-tiba, kemudian dalam jumlah besar. Drainase-drainase pasca-kemarau biasanya tersumbat kotoran, debu, lumpur, sampah," ujarnya.
Febby mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai rutin mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, terutama sore hari. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, memonitor kondisi wilayah Banten. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)
Kabupaten Lebak sendiri merupakan daerah yang memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi.
BPBD Lebak mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng, meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana. (Seprinal Sri Putra)